TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Peringati HUT ke-74 RI, Pemuda di Lamongan Melukis Garuda Pancasila dengan 1000 Puntung Rokok

17/08/2019 - 15:39 | Views: 12.39k
Lukisan garuda yang dibuat Gufron dari puntung rokok. (FOTO: Istimewa)

TIMESBANYUWANGI, LAMONGAN – Banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Seperti yang dilakukan pemuda di Lamongan yang memilih untuk memperingati HUT ke-74 RI dengan kampanye penanggulangan sampah, yakni melukis garuda Pancasila dari puntung rokok sebagai bahan utama.

Dia adalah M. Ghufron Rosyadi Husaini, asal Dusun Podo, Kecamatan Desa Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Ia mengaku menghabiskan seribu lebih puntung rokok untuk membuat lukisan berbentuk lambang negara tersebut.

Pemuda berusia 25 tahun ini mengaku memilih puntung rokok sebagai bahan utama lukisannya, sebab selama ini banyak sampah berbahaya seperti puntung rokok belum ada daur ulangnya.

"Karena banyak yang menganggap putung cuma sebatas sampah, oleh karena itu lewat karya ini saya mencoba membuat eksperimen untuk menjadikan puntung rokok bekas sebagai media dasar bahan keterampilan seni." kata Ghufron, Sabtu (17/8/2019).

Kondisi ini membuat Ghufron pun berpikir bagaimana puntung rokok yang termasuk jenis sampah sulit terurai ini bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Ghufron menjelaskan, proses pembuatan karya garuda Pancasila dari puntung rokok ini cukup sederhana. Pertama Ia mengumpulkan bahan berupa puntung rokok dari warung kopi yang berada di sekitar tempat tinggalnya.

"Puntung rokok yang sudah dikumpulkan tadi kemudian dicuci bersih dengan air dan dikeringkan dengan cara dijemur hingga kering," ujarnya.

Sembari menunggu puntung rokok kering, Ghufron menyiapkan bahan-bahan lain, diantaranya kanvas yang akan digunakan sebagai media melukis dan lem untuk menempelkan puntung rokok di kanvas.

"Selanjutnya membuat pola lukisan di kanvas," ucapnya.

Setelah semua bahan siap, kata Gufron, satu puntung rokok ditempelkan pada kanvas, sesuai dengan pola yang dibuat sebelumnya. Setelah semua puntung rokok ditempelkan dan dikeringkan, Ghufron menyarankan agar lukisan yang sudah jadi dilapisi menggunakan pernis agar lebih bagus dan awet.

Gufron menambahkan, selain sebagai bentuk kampanye penanggulangan sampah pada peringatan HUT ke-74 RI, lukisan garuda Pancasila dengan bahan puntung rokok tersebut juga mengandung pesan khusus untuk kaum muda di Lamongan. "Saya menciptakan suatu karya yang berbeda, tidak hanya keindahanya tapi terselip pesan, terutama untuk memotivasi bagi kaum muda generasi bangsa agar lebih bisa berkarya," ucapnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : MFA Rohmatillah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Lamongan
Copyright © 2019 TIMES Banyuwangi
Top

search Search