TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

BPN Banyuwangi Imbau Ahli Waris Tanah Pakel Tempuh Jalur Hukum

13/08/2019 - 20:42 | Views: 1.58k
Damar Galih, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi. (Foto : Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi, Damar Galih, imbau Musanif, selaku pihak yang mengaku sebagai ahli waris tanah Desa Pakel, Kecamatan Licin, untuk menempuh jalur hukum.

Langkah tersebut dinilai lebih efektif dan meminimalisir potensi pecahnya konflik dengan pihak berseberangan, yakni perusahaan perkebunan PT Bumi Sari. "Untuk kepastian hukum bawa ke pengadilan," katanya saat ditemui TIMES Indonesia, Selasa (13/8/2019).

Pernyataan Kepala BPN Banyuwangi ini terlontar menyusul adanya perseteruan panjang antara ahli waris tanah Desa Pakel, dengan perusahaan perkebunan milik Djohan Soegondo. 

"Kami harap permasalahan di Pakel ini bisa diselesaikan secara prosedur, kasihan masyarakat," ungkap Damar Galih.

Dia kembali menegaskan bahwa tanah Desa Pakel, Kecamatan Licin, tidak masuk wilayah Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) PT Bumi Sari. Dan wilayah HGU PT Bumi Sari, berada di Desa Bayu, Kecamatan Songgon dan Desa Kluncing, Kecamatan Licin.

Meski demikian, Galih menekankan bahwa wilayah HGU berbeda dengan wilayah administrasi. Jadi, tidak menutup kemungkinan wilayah HGU PT Bumi Sari, berada di atas wilayah administrasi daerah tertentu.

Ditanya terkait status tanah Desa Pakel, Kepala BPN Banyuwangi, terkesan irit komentar. Dia hanya menerangkan bahwa wilayah HGU sudah pasti berada di tanah negara.

"Bukan wewenang kami untuk menjelaskan status tanah Desa Pakel, karena banyak pihak yang mengklaim itu juga wilayah mereka, seperti Perhutani misalnya," terang Damar Galih.

"Cuma tanah Pakel kemungkinan pernah dipungut pajak, IPEDA (Iuran Pembangunan Daerah), IREDA (Iuran Rehabilitasi Daerah), tapi itu bukan bukti kepemilikan," imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Forum Suara Blambangan (Forsuba), H Abdillah Rafsanjani, selaku pendamping Musanif, ahli waris tanah Desa Pakel, mengaku sangat menghargai dan menjunjung tinggi legalitas Sertifikat HGU PT Bumi

Sari. Mengutip pernyataan Musanif, dia menegaskan pihaknya haram untuk menyerobot area perusahaan perkebunan milik Djohan Soegondo. "Selama ini ahli waris tidak pernah berusaha menyerobot atau menguasai wilayah HGU PT Bumi Sari, itu yang harus digarisbawahi," katanya.

Yang diperjuangkan Musanif, masih Abdillah, adalah tanah Desa Pakel. Dan BPN Banyuwangi pun telah menegaskan bahwa tanah Desa Pakel tidak pernah disewakan. Untuk itu, dia memastikan bahwa ahli waris tidak akan pernah melakukan gugatan di pengadilan terhadap wilayah HGU PT Bumi Sari.

"Jika PT Bumi Sari mengklaim tanah Desa Pakel yang kini telah diukur dan ditanami ahli waris adalah wilayah HGU nya, silahkan gugat di pengadilan," cetus Abdillah Rafsanjani. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Syamsul Arifin
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Copyright © 2019 TIMES Banyuwangi
Top

search Search