TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Ulama di Bondowoso Sepakat akan Terima Hasil Pengumuman KPU RI

15/05/2019 - 20:45 | Views: 450
Pembacaan deklarasi damai oleh para ulama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BONDOWOSO – Meski pengumuman resmi KPU RI baru akan dilaksanan pada 22 Mei mendatang. Namun ulama di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, sepakat akan menerima hasil keputusan KPU RI tersebut.

Hal itu, disampaikan melalui deklarasi damai, Ulama dan Tokoh Masyarakat, di Masjid Al-Falah, Desa Pancoran Kecamatan Kota, Rabu (15/5/2019).

para-ulama-dan-tokoh-masyarakat-di-Kabupaten-Bondowoso-b.jpg

Deklarasi tersebut, juga merupakan wujud apresiasi terhadap perjuangan KPU RI, Bawaslu RI, TNI dan Polri dalam pengawalan dan pelaksanaan Pemilu 2019. Sehingga terlaksana dengan baik, aman dan kondusif. Khususnya di Bondowoso. 

Selain pernyataan sikap untuk menerima hasil yang akan diumumkan oleh KPU RI, terkait hasil Pemilu 2019. Ada beberapa hal dalam deklarasi tersebut.

Adapun isinya, pertama, “Kami mewakili ulama dan toko masyarakat Bondowoso menyampaikan apresiasi kepada KPU Bawaslu, TNI dan Polri sukses mengawal dan melaksanakan Pemilu 2019 dengan baik damai dan lancar”.

para-ulama-dan-tokoh-masyarakat-di-Kabupaten-Bondowoso-c.jpg

Kedua, “Kami juga turut berbelasungkawa atas gugurnya aparat dan petugas Pemilu dalam menjalankan tugasnya semoga menjadi amal yang diterima di sisi Allah SWT”.

Ketiga, “Kami mengimbau kepada masyarakat khalayak agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas atau hoaks sehingga dapat memicu tindakan yang menyalahi undang-undang

Keempat, “Kami mengecam akan adanya gerakan people power yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia”.

Salah satu ulama, pemimpin deklarasi, KH Kurdi Sulaiman menjelaskan, bahwa kegiatan itu mayoritas dihadiri tokoh dan warga Nahdliyin. “Kegiatan ini untuk mengapresiasi hasil kerja KPU dan Bawaslu,” kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Furqon tersebut, saat dikonfirmasi usai acara.

Dia juga menjelaskan, bahwa seharusnya tidak ada gerakan people power. “Kalau ada seperti itu semacam kurang percaya kepada hasil KPU kan gitu,” sambungnya.

Menurutnya, people power adalah kegiatan yang inkonstitusional. Bahkan secara agama juga tidak dibenarkan, karena agama menganjurkan untuk taat kepada pemerintahan. “Ini kan berjalan sekian lama, lima tahun sekali, dan bukan hanya kali ini. Masyarakat itu harus tunduk pada undang-undang dan peraturan pemerintah yang ada,” harapnya.

Usai deklarasi, ulama di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur tersebut, berkomitmen akan tetap menyerahkan sepenuhnya pada keputusan KPU RI.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Moh Bahri
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Bondowoso
Copyright © 2019 TIMES Banyuwangi
Top

search Search