TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Prabowo akan Tolak Hasil Pemilu, Mendagri: Jangan Cederai Demokrasi

15/05/2019 - 21:30 | Views: 910
Mendagri, Tjahjo Kumolo. (foto: Doc. TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTAMendagri Tjahjo Kumolo meminta semua pihak untuk tidak mencederai demokrasi dengan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang akan disampaikan KPU pada 22 Mei mendatang.

Hal ini disampaikan menyusul pernyataan sikap Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 karena terindikasi curang.

"Jangan menciderai Demokrasi lah, karena proses tahapan sampai hari H, pencoblosan yang sukses, yang tingkat partisipasinya adalah 80 persen lebih," ujar Tjahjo di Hotel Santika, Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Tjahjo menuturkan, Pemilu serentak 2019 dapat berjalan lancar dan tingginya partisipasi masyarakat karena ada keterlibatan semua pihak. Selain itu juga ada kesepakatan semua pihak dalam menyusun PKPU yang sudah disosialisasikan penyelenggara Pemilu.

Tahapan-tahapan Pemilu kata Tjahjo, juga disampaikan kepada semua pihak, termasuk ke partai politik peserta pemilu dan tim sukses maupun kepada pasangan capres-cawapres.

"Juga disampaikan terbuka oleh semua tim sukses oleh semua partai politik semua pasangan capres-cawapres," tuturnya.

Karena itu, politisi senior PDI Perjuangan itu meminta semua pihak untuk tidak mencederai demokrasi, dalam hal ini kesuksesan Pemilu 2019.

Menurut Tjahjo, pihak yang tidak puas dengan hasil KPU dan memiliki bukti dugaan kecurangan bisa melaporkan melalui Panwaslu, Bawaslu, dan MK.

"Yang sukses ini jangan dicederai. Kalau anda merasa enggak puas ada ganjelan, menemukan sesuatu yang ganjel disampaikan secara hukum saja, lewat Panwasnya, lewat Bawaslunya, lewat Mk, ada mekanisme dan ada aturannya," imbuh dia.

Tjahjo pun mengapresiasi kerja keras yang dilakukan KPU dalam menyelenggarakan Pemilu. "Kemarin kita mengapresiasi kerja KPU, kalau ada yang nggk puas dengan KPU ya sampaikanlah mekanisme yang ada bisa lewat MK bisa lewat Bawaslu," kata Mendagri Tjahjo Kumolo.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Copyright © 2019 TIMES Banyuwangi
Top

search Search