TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Penembakan Trem Ultrech Diduga Aksi Balasan Atas Teror di Selandia Baru

19/03/2019 - 08:30 | Views: 16.01k
Polisi Ulterch berjaga-jaga di lokasi pasca aksi penembakan di trem kota Ultrech, Belanda, Senin (18/3/2019) (FOTO: Reuters/Piroschka van de wouw)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Tiga hari pasca aksi penembakan di Selandia Baru, terjadi aksi serupa oleh seorang pria kelahiran Turki di sebuah trem (kereta dalam kota) provinsi Ultrecht, Belanda, Senin (18/3/2019).

Aksi serangan ini diduga sebagai aksi balasan atas penembakan massal yang dilakukan Brenton Tarrant (28) di dua Masjid Christchurch, Selandia Baru yang menewaskan 50 orang .

Menurut keterangan Wali Kota Utrecht, Jan van Zanen, kejadian memilukan ini menewaskan tiga orang dan melukai sembilan lainnya (kemudian jumlah yang terluka direvisi menjadi lima). Polisi setempat mengidentifikasi tersangka adalah pria kelahiran Turki, Gokmen Tanis (37). 

Saat ini, otoritas Belanda memberlakukan darurat keamanan tingkat tinggi di provinsi Utrecht. Sekolah-sekolah diminta untuk menutup pintu, sementara Polisi dan Militer diterjunkan untuk meningkatkan keamanan di bandara, masjid, dan infrastruktur vital lainnya.

Menanggapi kejadian tersebut, dalam sebuah pernyataan resmi Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte mengaku sangat prihatin dan tidak segan menyebut serangan itu punya motif terorisme.

"Negara kita hari ini dikejutkan oleh serangan di Utrecht. Motif teroris tidak bisa dikesampingkan," kata Rutte dilansir dari Reuters.

“Kami sekarang melakukan segala yang kami bisa untuk menemukan pelaku sesegera mungkin. Itu sekarang fokus penuh kami."

Sementara itu, Kantor berita Turki, Anadolu membantah kejadian tersebut sebagai aksi terorisme. Kantor berita yang dikelola pemerintah itu menyebut pria Turki itu (Tanis) menembak seorang kerabat di trem "karena alasan keluarga" dan kemudian menembak orang lain yang mencoba membantunya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Ainul Yaqin (MG-86)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Copyright © 2019 TIMES Banyuwangi
Top

search Search