TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Inspiring, Ngerap Orasi, Rapper Qidem Ajak Pemuda Berkarya

29/10/2018 - 14:27 | Views: 4.06k

TIMESBANYUWANGI, BONDOWOSO – Video lagu rap orasi, ala rapper Moch Nazihur Rizky Amir, atau yang akrab disapa Qidem ini, sangat menginspirasi. Dalam video yang berdurasi 3 menit 12 detik itu, Qidem mengajak pemuda agar berkarya.

“Mungkin aku satu dari sekian sepuluh pemuda, yang pernah disebut bapak RI pertama. Dunia kan terguncang dengan suatu mahakarya, yang ku memulainya dengan sederhana,” begitu sedikit kutipan lirik lagu rap yang dinyanyikan Qidem.

Saat ditemui TIMES Indonesia, Qidem mengaku belajar bernyanyi rap secara autodidak. "Ini merupakan karya pertama," ucapnya.

Sementara pesan yang ingin dia sampaikan, kepada pemuda yang lain, adalah agar pemuda tidak takut berkarya.

“Tidak usah muluk-muluk, sederhana saja, karena setiap karya pasti ada nilainya,” kata mahasiswa semester lima, Fakultas Dakwah IAIN Jember tersebut.

Dia juga menceritakan, bahwa lirik itu ditulis, karena terispirasi dari Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Bung Karno.

“Yaitu sebuah orasi Presiden pertama, yang berbunyi, Beri aku 10 pemuda maka akan kugoncangkan dunia, beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya,” terang dia saat diwawancarai, Senin (29/10/2018), di Studio Musik, tempat ia berlatih di Jember.

Pria asli Blitar tersebut, menjelaskan bahwa rumahnya dekat dengan makam Bung Karno. Bahkan, dia sering mendatangi makam sang Proklamator, selain mengirim fatihah, juga untuk mencari inspirasi.

“Sebelum membuat karya, saya dan teman-teman datang ke makam Bung Karno, untuk minta restu. Alhamdulillah, karya saya direspon baik, oleh masyarakat,” jelasnya.

Video lagu rap orasi, ala rapper  Moch Nazihur Rizky Amir, atau yang akrab disapa Qidem ini, diproduksi oleh Enigma Picture. Qidem berharap, karya tersebut betul-betul mengispirasi pemuda untuk berkarya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Moh Bahri
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Bondowoso
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search