TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

GP Ansor Kabupaten Malang: Tak ada Bendera Tauhid yang Ada Kalimat Tauhid

23/10/2018 - 22:29 | Views: 28.12k
Ketua Cabang GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim Syadad (kacamata), saat hadiri acara peringatan Hari Santri Nasional 2018. (FOTO: Imad/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Kejadian pembakaran bendera HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) oleh oknum kader Banser di Garut saat peringatan Hari Santri Nasional 2018, masih terus menghangat di media sosial dan terus menuai persoalan. GP Ansor Kabupaten Malang juga menyikapi masalah tersebut.

Menurut Ketua Cabang GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim Syadad, bahwa kejadian pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang terjadi di Garut oleh Banser, saat upacara peringatan Hari Santri Nasional 2018, bahwa yang dibakar itu adalah bendera HTI.

"Hal itu sesuai dengan penjelasan resmi  Kapolda Jabar. Hal itu setelah melakukan pengumpulan data dan kesaksian di lapangan," jelas Husnul, kepada TIMES Indonesia, Selasa (23/10/2018) malam.

Anehnya, beber Husnul, kejadian tersebut dijadikan alat provokasi oleh orang-orang HTI untuk menyudutkan Banser. "Mereka memutar balikkan fakta dan membuat provokasi bahwa Banser anti kalimat tauhid. Ini jelas tidak benar," tegasnya.

Selain itu, pihak yang menggoreng kejadian tersebut katanya, memberi istilah bendera HTI dengan bendera tauhid.

"Perlu diketahui bahwa istilah bendera tauhid tidak ada, yang ada adalah kalimat tauhid, dimana kalimat luhur tersebut selalu terpatri didada para kader Banser, dan dilantunkan setiap saat, setiap shalat dan setiap membacakan tahlil," katanya.

Husnul menegaskan, bahwa istilah bendera tauhid itu bid'ah. Orang-orang HTI memakai kalimat tauhid tersebut untuk kepentingan politik mereka, mereka berlindung dengan kalimat tauhid tersebut.

"Tidak ada satupun kader Banser yang anti terhadap kalimat tauhid, tapi kami anti terhadap HTI yang memaksi bendera bertuliskan kalimat tauhid. Dan HTI sudah menjadi organisasi dilarang di Indonesia. Maka, atribut apapun yang jadi simbol HTI, harus juga dilarang," tegas pria berkacamata itu.

HTI dilarang di Indonesia tambahnya, karena mereka ingin mengganti ideologi dan sistem negara ini. "HTI tidak mau akan ideologi Pancasila dan anti NKRI. Sementara Pancasila sudah final dan NKRI harga mati bagi kami. Saya tegaskan, tak ada bendera tauhid, yang ada kalimat tauhid" pungkas Husnul. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Malang
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search