TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Prabowo Diminta Paparkan Masalah Bangsa Dihadapan 1500 Pengurus LDII Se-Indonesia

11/10/2018 - 22:55 | Views: 41.16k
Prabowo (Sugeng For Times Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Abdullah Syam meminta kesediaan Prabowo Subianto untuk menyampaikan isu-isu strategis yang dihadapi bangsa saat ini dihadapan 1500 pengurus LDII dari seluruh Indonesia. 

Tak hanya perwakilan pengurus LDII, beberapa negara-negara sahabat juga tampak hadir, seperti dari Republik Demokratik Kongo dan juga dari Australia saat rapat kerja nasional (Rakernas) LDII tahun 2018 di Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur. 

"Rakernas LDII 2018 ini dihadiri oleh 1500 pengurus LDII seluruh Indonesia. Dan ada juga dari Kongo dan ada juga pengurus dari Australia. Pada kesempatan kali ini, pengurus LDII siap mendengarkan pandangan bapak tentang tantangan permasalahan bangsa ke depan dan untuk memperluas wawasan para peserta rakernas dan untuk menjadi bekal di daerahnya masing-masing," kata KH Abdullah Syam dalam sambutannya dalam Rakernas LDII 2018 di Ponpes Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018). 

Usai memberikan pidatonya, KH Abdullah Syam langsung mempersilakan Prabowo untuk memberikan pembekalannya kepada ribuan peserta Rakernas LDII 2018.

Prabowo yang mengenakan kemeja putih berpeci hitam itu mengaku terkejut dan bangga atas sambutan yang diberikan kepadanya. 

"Saya atas nama pribadi, dan atas nama rombongan saya, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, atas kehormatan yang demikian besar yang diberikan ke saya. Saya diundang hari ini di Rakernas saudara-saudara sekalian. Terimakasih atas undangan ini terima kasih. Terima kasih atas sambutan yang sedemikian baik demikian hangat yang diberikan ke saya," kata Prabowo. 

Sebelum melanjutkan pidatonya, Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu pun melontarkan pertanyaan kepada para ribuan peserta Rakernas LDII ihwal apakah dirinya akan menyampaikan pidato yang baik-baik saja mengenai permasalahan bangsa yang ia ketahui atau terbuka apa adanya.

"Saya sekarang ingin bertanya kepada panitia saya bicara apa adanya atau yang bagus bagus saja?," tanya Prabowo.

Sontak saja para ribuan peserta Rakernas meminta Prabowo untuk menyampaikan apa adanya. "Apa adanya saja Pak,"  teriak para hadirin dan langsung disambut tawa. 

Prabowo kemudian menjelaskan bahwa saat ini ada masalah besar di Republik Indonesia. Dia melihat ada sebuah pengkhianatan terjadi. Pengkhianatan ini dilakukan oleh elite bangsa sendiri terhadap rakyatnya. 

"Elite kita tidak berpikir kepentingan yang besar, rakyat, mereka berpikir kepentingan kelompoknya masing-masing, dirinya, keluarganya, sehingga disconnect terjadi, suatu jurang terjadi antara realita masyarakat dan kehidupan elite. Ini sudah berjalan puluhan tahun," jelasnya. 

Prabowo melihat, perkembangan seperti itu yang mengakibatkan terjadi keadaan paradoks atau adanya sebuah kejanggalan. 

Sebab, negara Indonesia yang sangat kaya, bahkan ahli-ahli di dunia menilai bahwa Indonesia merupakan negara keenam terkaya di dunia, yang mengandung sumber mineral yang dibutuhkan untuk bisa menjadi negara industri terkemuka. Selain itu juga ada aluminium, dan bauksit yang kerap diekspor secara glondongan. 

"Semua kekayaan alam ada tetapi kita sebagai bangsa bisa dikatakan sekarang ini kita tekor sebagai bangsa. Kita adalah bangsa yang rugi, yang hidup dari utang dan yang menyedihkan banyak elite kita yang hidup dari utang itu biasa dan baik-baik saja. Mata uang merosot terus. Kalau merosot itu tandanya kita tambah miskin," ungkapnya. 

"Kalau 1 dollar 10 ribu lima tahun yang lalu, sekarang 15 ribu. Artinya kita tambah miskin. Hasil kerja kita nilainya tidak sama. Kita bangsa yang tambah miskin. Tapi elite banyak yang merasa ini tidak penting untuk dibahas oleh rakyat kita," tuturnya. 

Oleh karena itu, Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu mengajak seluruh anggota LDII dan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama menjaga dan mengelola sumber kekayaan alam untuk kemakmuran bersama. "Sehingga, apa yang di cita-citakan oleh para pendiri bangsa terhadap kemakmuran rakyat Indonesia bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat di pelosok tanah air," tegas Prabowo Subianto. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Copyright © 2018 TIMES Banyuwangi
Top

search Search