Peristiwa - Nasional
Kemenko Kemaritiman Yakin Sail Moyo Tambora 2018 Diminati Wisatawan
16-07-2018 - 22:41 | Views: 7.05k
Konpers Sail Moyo Tambora 2018. (FOTO: Alfi Dimyati/TIMES Indonesia)
Konpers Sail Moyo Tambora 2018. (FOTO: Alfi Dimyati/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Agus Purwoto mengatakan bahwa Sail Moyo Tambora 2018 di Nusa Tenggara Barat akan banyak di kunjungi wisatawan. Sebab, daerah itu dari pariwisata alamnya sungguh sangat menakjubkan dan langka, seperti di Rinjani dan Gunung Tambora.

Rinjani dan Gunung Tambora, kata dia merupakan Geopark yang sangat bagus untuk dikunjungi. 

Rinjani sambung dia, sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi Geopark oleh Unesco. Sementara Gunung Tambora merupakan salah satu Gunung yang pernah mengguncang dan berefek pada dunia Internasional.

"(Ketika) dunia kelelahan untuk menggapai Geopark tiba-tiba Nusa Tenggara Barat sudah disebutkan tadi sekaligus telah menyumbangkan dua destinasi Geopark, ini sangat luar biasa," ujar Agus saat peluncuran Sail Indonesia Moyo Tambora, Bulan Pesona Lombok-Sumbawa dan Festival Pesona Moyo 2018 di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (15/7/2018).

Efek Gunung Tambora pada dunia internasional, kata Agus yakni ketika Gunung Tambora meletus pada tahun 1815, negara-negara di eropa mengalami musim dingin yang berkepanjangan.

Hal tersebut, karena iklim di Indonesia memiliki ring of fire, jadi harus diperhitungkan oleh dunia.

Selain itu, dampak dari meletusnya Gunung Tambora, di wilayah tersebut kini melahirkan danau yang sangat luar biasa dan ada pohon kopi yang bisa tumbuh subur dibekas tanah letusan gunung.

"Dampak dari situ mungkin secara literasi belum juga ditindaklanjuti menyisakan sebuah anugerah Ilahi berupa danau dimana ini kehidupan yang sangat unik seperti saya katakan tadi ada jenis kopi kalau kopi mungkin di gunung, Iya. tapi kalau di gunung yang pernah meletus ini pasti ada yang lain," katanya.

Menurut dia kopi di Gunung Tambora pasti memiliki manfaat yang sangat luar biasa, sebab kopi itu tumbuh di ketinggian sekian ribu kaki dan di bekas lahan Gunung Tambora yang meletus.

"Yang pasti kalau kita melengkapi dengan literasi Insya Allah tidak pernah kalah dengan kopi produk dari lainnya," katanya.

Tak hanya kopi, dari penelitian dan survei yang dilakukan Kemenko Kemaritiman dan LIPI yang sangat singkat, kata dia, di wilayah itu ditemukan dua jenis tumbuh-tumbuhan langka.

"Di sana ditemukan dua jenis yang sangat langka yaitu mangga jenis tertentu di Sumbawa yang langka di dunia dan anggrek," katanya.

Namun, lantaran selama ini secara literasi dan penelitian belum ditindak lanjuti lebih jauh, maka keanehan-keanehan semacam itu belum diketahui apa saja potensi-potensi lainnya.

Kemudian, dari segi budaya dan olahraga Tradisional, NTB juga sangat menarik dan perlu diperkenalkan ke seluruh dunia.

"Di NTB ini ada sesuatu yang menarik, ada karapan kerbau (Barapan Kebo) juga ada pacuan kuda. Nah pacuan kuda yang jokinya itu anak-anak kecil yang tanpa pengaman dan itu di dunia sangat dikagumi, ini nggak bisa terbayang, Kenapa itu (Joki nya). Bisa pastikan ada sesuatu yang menarik," terangnya.

Kemudian untuk fasilitas dermaga, Badas di Sumbawa Besar, kata Agus, Pelindo III akan memfasilitasi pembangunannya, dan menyiapkan cruising port. 

"Jadi tidak hanya Benoa saja, tetapi juga di Lombok nanti siap untuk menerima kapal kapal pesiar untuk bersandar di situ," katanya.

Di samping itu akan diangkat juga kemampuan dari NTB untuk di direct tol kan, namun hal itu terlebih dahulu harus dilihat dan dipertimbangkan apa saja potensi-potensi yang dimilikinya.

"Kita lihat di situ ada potensi yang nantinya Pelindo III bisa untuk bikin dermaga bongkar muat," sambungnya.

Sekedar informasi, Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 akan berlangsung di Pulau Sumbawa pada tanggal 9 - 23 September 2018, sedangkan Bulan Pesona Lombok - Sumbawa 2018 pada 18 Agustus hingga 16 September 2018 mendatang.

Turut hadir dalam acara launching Sail Moyo Tambora 2018 di Balai Kartini yakni, Sekretaris Kementerian Koordinator Kemaritiman, Agus Purwoto, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman, Sekda NTB, Rosyadi H. Sayuti.

Kemudian juga hadir di launching Sail Moyo Tambora 2018 itu, Bupati Sumbawa, M Husni Djibril, Bupati Bima, Hj. Dinda Damayanti Putri, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal dan Anggota DPD RI dari Provinsi NTB serta beberapa Anggota DPR dari Dapil NTB. (*)

Pewarta
: Alfi Dimyati
Editor
: Faizal R Arief
Publisher
: