Peristiwa - Nasional
Indonesia Raih 1 Emas 5 Perak di Olimpiade Matematika Dunia
16-07-2018 - 21:28 | Views: 3.14k
Peserta olimpiade matematika saat tiba di Tanah Air. (FOTO: Istimewa/kemendikbud)
Peserta olimpiade matematika saat tiba di Tanah Air. (FOTO: Istimewa/kemendikbud)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Setelah prestasi Lalu Muhammad Zohri, kini tim Olimpiade Matematika Indonesia Sekolah Menengah Atas (SMA) berhasil menorehkan juga prestasi dunia di International Mathematical Olympiad (IMO) ke-59.

Tim Indonesia meraih satu medali emas dan lima medali perak di olimpiade yang diselenggarakan di Cluj-Napoca, Rumania itu. Prestasi tersebut membuat posisi Indonesia masuk dalam peringkat 10 dunia dari 106 negara yang berkompetisi.

Prestasi ini adalah capaian prestasi terbaik yang pernah diraih Indonesia di ajang IMO yang pernah diselenggarakan.

“Ini adalah prestasi tertinggi yang pernah kita raih. Terima kasih kepada tim yang telah berjuang untuk mengharumkan bangsa Indonesia di ajang matematika tingkat dunia, yang merupakan salah satu event yang sangat prestisius dan bergengsi,” kata Kepala Sub Direktorat Peserta Didik, Direktorat Pembinaan SMA, Suharlan dalam pernyataan resminya, Senin (16/7/2018).

Adapun capaian tersebut adalah medali emas oleh Gian Cordana Sanjaya (SMAK Petra 1 Surabaya) dengan total skor 31.  

Sementara medali perak diperoleh dari Alfian Edgar Tjandra (SMA Kharisma Bangsa); Kinantan Arya Bagaspati (SMA Taruna Nusantara); Farras Mohammad Hibban Faddila (SMAK Kharisma Bangsa); Valentino Dante (SMAK 2 Petra Surabaya); dan Otto Alexander Sutianto (SMAK Penabur Gading Serpong). Alfian, Kinantan, dan Farras masing-masing meraih skor 29, Valentino 28, dan Otto raih total skor 25.

“Ini adalah emas kedua, setelah sebelumnya, pada tahun 2013, saat IMO ke-54 di Kolombia, Indonesia mendapatkan emas pertama dan masuk di peringkat 19 dunia,” tambah Suharlan.

Koordinator tim IMO Indonesia, Dr. Aleams Barra, mengungkapkan, siswa diminta untuk mengerjakan enam soal. Masing-masing tiga soal/hari yang harus dikerjakan dalam waktu 4,5 jam. Soal-soal yang diberikan merupakan soal-soal orisinal dengan tipe soal yang belum pernah dikerjakan oleh para siswa sebelumnya.

“Untuk dapat mengerjakannya dituntut kecepatan berpikir, ketenangan mental dan kreativitas tinggi,” ungkap Aleams Barra. 

Menurut data dari situs resmi International Mathematical Olympiad (IMO), sepanjang 30 tahun keikutsertaan, Indonesia telah berhasil mengumpulkan total 2 medali emas, 22 perak, 44 perunggu, dan 30 Honorable Mention. Di tahun 2018, tim Indonesia berada di peringkat 10 dari 106 negara yang berkompetisi. Hasil ini melampaui pencapaian negara-negara kuat, seperti Australia (peringkat 11), Inggris (peringkat 12), Jepang (peringkat 13), Kanada (peringkat 16), dan Italia (peringkat 17) di ajang kompetisi Olimpiade Matematika pelajar tingkat dunia yang diselenggarakan pada tanggal 4 – 14 Juli 2018. (*)

Editor
: Faizal R Arief
Publisher
: