Politik
Ini Dia Calon Cawapres Prabowo Versi Politisi Gerindra Nizar Zahro
12-07-2018 - 21:35 | Views: 3.09k
Nizar Zahro (pakai batik berpeci) dalam diskusi di Gedung DPR. (FOTO: Alfi Dimyati/TIMES Indonesia)
Nizar Zahro (pakai batik berpeci) dalam diskusi di Gedung DPR. (FOTO: Alfi Dimyati/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTAPolitisi Gerindra Nizar Zahro mengatakan bahwa  Prabowo Subianto bisa saja menggandeng Ketua Umum PAN Zulkiefli Hasan atau Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Tak hanya kedua tokoh itu saja, kata Nizar, Prabowo masih berpeluang untuk menggandeng Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atau Ketua Dewan Syuro PKS Habib Salim Assegaf. Bahkan juga bisa Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

"Sudah beberapa hari ini berkembang bahwa Bapak Prabowo menyampaikan beberapa media beliau akan memilih cawapres bersama dengan PAN dan PKS. Bahkan bisa dengan Demokrat. Artinya maksud yang tersirat di situ, bisa saja Prabowo nanti akan berpasangan dengan Pak Zul atau Aher atau Habib Salim Assegaf atau dengan AHY atau munkin dengan Cak Imin sebagai ketua Umum PKB," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2018).

Menurut dia, Gerindra juga memberikan keluasan dan kebebasan kepada masing-masing Petinggi partai politik untuk mengajukan calonnya untuk bertarung dalam pilpres 2019.

Nantinya, kata dia, nama-nama capres dan cawapres itu akan digodog secara bersama dan akan diputuskan paling lambat pada tanggal 10 Agustus nanti.

"ketua umum parpol yang berhak mengajukan pasangan capres dan cawapres pada tanggal 10 Agustus terakhir nanti untuk bisa berkoalisi. Jadi dinamikanya sangat care sekali, sangat cepat sekali," katanya.

Pada kesempatan itu, Wakil rakyat dari Madura Jawa timur ini mengakui bahwa untuk menentukan siapa cawapres yang akan di gandeng, tentu akan sangat sulit.

Sebab, terdapat lima partai politik yang akan siap berkoalisi, namun yang dibutuhkan hanya dua calon saja yaitu capres dan cawapres. 

Oleh karena itu, tentunya sangat dibutuhkan hati yang besar dan siap menerima apapun keputusannya dengan hati yang legowo.

"Ini kan membutuhkan sebuah kerelaan hati dari masing-masing (petinggi) partai politik, sehingga harus dibangun komitmen dan konsensus dari awal, agar koalisi ini menjadi kuat," katanya.

"Jadi jangan sampai ada (Petinggi dan Kader) partai politik yang tersakiti dan merasa disakiti," tambah Prabowo Subianto sebagai capres RI. (*)

Pewarta
: Alfi Dimyati
Editor
: Deasy Mayasari
Publisher
: Rochmat Shobirin