Peristiwa - Nasional
HUT Ke-72 Bhayangkara
Meski Masuk 10 Negara Teraman Dunia, Jokowi Ingatkan Polri di Era Digital
11-07-2018 - 15:59 | Views: 2.20k
Presiden Jokowi menyampaikan amanat pada Upacara Peringatan ke-72 Hari Bhayangkara di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7) (FOTO: Setkab)
Presiden Jokowi menyampaikan amanat pada Upacara Peringatan ke-72 Hari Bhayangkara di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7) (FOTO: Setkab)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Indonesia masuk daftar 10 negara teraman di dunia versi Gallup Law and Order. Kabar baik itu disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Peringatan Hari Bhayangkara Ke-72 ini. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan pentingnya pemahaman Polri di era digital.

“Sebuah capaian yang membanggakan kita semuanya yang harus kita jaga dan kita pertahankan,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan amanat pada Upacara Pembinaan Tradisi Polri dalam rangka Peringatan ke-72 Hari Bhayangkara Tahun 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Jokowi menekankan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja seluruh elemen bangsa, yang di dalamnya tentu ada peran kerja keras serta pengabdian dan dedikasi anggota Polri.

Namun ia juga mengingatkan, agar seluruh anggota Polri tidak cepat berpuas diri. Ia menyebutkan, ke depan, Polri akan menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks. Tuntutan dan harapan rakyat terhadap Polri semakin meningkat. Terlebih lagi, dunia sekarang ini terus berubah, terus berkembang, dan bergerak yang membawa ancaman-ancaman baru terhadap situasi keamanan.

Di era digital seperti saat ini, tegas Presiden, Polri harus mampu mengantisipasi perkembangan tindak kejahatan yang semakin beragam yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

Polri juga harus semakin siap, tambah Presiden, menghadapi kejahatan yang bersifat transnasional, seperti ancaman kejahatan cyberhuman trafficking, drug trafficking sampai dengan arm smuggling.

’’Selain itu, Polri harus terus meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan dalam menghadapi ancaman kejahatan terorisme. Negara-negara majupun  sedang menghadapi ancaman yang sama,” tegas Jokowi.

Di dalam negeri, kata Presiden, kita tidak akan pernah melupakan tindakan biadab dari para pelaku bom bunuh diri, yang bukan hanya menimbulkan korban jiwa warga masyarakat tetapi juga menjadikan aparat Kepolisian sebagai target aksi terornya.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta agar seluruh anggota Polri jangan pernah lengah, tetap sigap dan waspada dalam mejalankan tugas.

“Selalu meningkatan diri dengan melakukan terobosan-terobosan untuk terus mengatasi berbagai ancaman yang ada. Lakukan pemetaan dini atas potensi ancaman keamanan dan ketertiban yang terjadi dalam masyarakat dan selanjutnya segera melakukan langkah-langkah pencegahan,” pintanya.

Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia yang masuk 10 negara teraman di dunia trus dipertahankan. Termasuk juga mengingatkan keberadaan Polri di era digital. (*)

Pewarta
: Hasbullah
Editor
: Deasy Mayasari
Publisher
: Sholihin Nur