Peristiwa - Daerah
Warga Sekitar Pabrik Gula Glenmore Keluhkan Minimnya Lapangan Kerja
10-07-2018 - 14:44 | Views: 7.55k
PT IGG, diwilayah PTPN XII, di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. (FOTO: Erwin Wahyudi/ TIMES Indonesia)
PT IGG, diwilayah PTPN XII, di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. (FOTO: Erwin Wahyudi/ TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Warga yang berdomisili disekitar Pabrik Gula Glenmore, PTPN XII, di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengeluh karena minimnya lapangan kerja bagi warga sekitar pabrik.

Terlebih dengan berdirinya PT Industri Gula Glenmore (PT IGG) tersebut, wilayah perkebunan dirombak dengan tanaman tebu. Dan itu banyak mengurangi porsi pekerjaan bagi warga.

"Dulu perkebunan isinya tanaman kakao dan karet, kita bisa bekerja sampai 25 hari per bulan," ucap Ahmad, warga setempat, Selasa (10/7/2018).

Namun kini, sambungnya, perkebunan ditanami tebu. Dengan begitu per bulan Ahmad bersama warga lainya hanya bisa bekerja maksimal 15 hari saja. 

Sebagai buruh harian lepas, masyarakat mendapat upah tak seberapa. Hanya Rp 38.500 saja per hari.

Desa Karangharjo, memang berada disekitar perkebunan milik PTPN XII. Yakni perkebunan Kalirejo, Kendeng Lembu, Kali Sepanjang, Kali Kempit, Kali Tlepak dan Jatirono.

Maka, tak heran masyarakat setempat sangat menggantungkan hidup dari penghasilan sebagai buruh lepas perkebunan.

Dengan minimnya lapangan kerja, dikhawatirkan angka kemiskinan masyarakat sekitar PT IGG akan terus meningkat.

Untuk itu, warga sekitar Pabrik Gula Glenmore berharap ada kepedulian dari pemerintah, sehingga pihak Pabrik Gula Glenmore bisa beroperasi dengan tidak mengesampingkan nasib wong cilik disekitar lokasi pabrik. (*)

Pewarta
: Erwin Wahyudi
Editor
: Yatimul Ainun
Publisher
: Rochmat Shobirin