Peristiwa - Nasional
Dukung Asian Games 2018, FTII Kirim Tenaga Ahli Bidang TI
10-07-2018 - 10:01 | Views: 2.69k
Dukung Asian Games 2018. (FOTO: InsideSport)
Dukung Asian Games 2018. (FOTO: InsideSport)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTAFederasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) mendeklarasikan dukungan kepada INASGOC sebagai panitia penyelenggara teknologi informasi (TI) Asian Games 2018. Caranya dengan mengirimkan tenaga ahli bidang IT untuk mengawal penyelanggaraan teknologi informasi dan telekomunikasi selama Asian Games berlangsung 

"Kontribusi nyata FTII dalam Asian Games 2018 adalah memberikan bantuan tenaga ahli sebagai relawan dalam melakukan uji-coba sistem dan pelatihan menjelang dan selama penyelenggaraan Asian Games 2018," kata Ketua Umum FTII, Sylvia W. Sumarlin, Senin (9/7/2018).

Sylvia menambahkan meskipun komunitas IT memberikan kontribusi keahliannya, namun INASGOC memiliki wewenang dan tanggung jawab penuh untuk pengoperasian sistem informasi AGIS yang dioperasiakan SICC. INASGOC menerapkan standard yang telah ditetapkan oleh OCA (Olympic Council of Asia).
 
Sementara itu Menteri Komunikasi & Informasi, Rudiantara, menambahkan, Pemerintah Indonesia telah membentuk Tim IT Asian Games yang terdiri dari 27 tenaga ahli yang berasal dari berbagai asosiasi dan komunitas IT tersebut. 

Tenaga ahli ini ditugaskan untuk menunjang kegiatan pada Information Technology & Telecommunication Department (ITTD Asian Games). 

"Kementerian Kominfo juga bekerjasama dengan BPPT & BPKP dalam memberikan pendampingan terhadap pelaksanaan IT Review atas implementasi IT yang telah dilakukan,” ujarnya.

Rudianta menekankan, peran para tenaga ahli ini sangat krusial dalam memastikan stabilitas jaringan internet ke venue-venue Asian Games yang tersebar di Jakarta dan Palembang. 

Sistem ini berpusat pada jaringan cloud di Singapura dengan menggunakan jaringanmilik PT. Telkom – agar dapat diakses secara internasional. PT Telkom juga menyediakan sistem koneksi fibre-optic baik yang jalur utama maupun rendundant-nya.

Sementara itu, Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Ketua INASGOC menjelaskan, sektor keamanan data menjadi fokus dalam penyelenggaraan Asian Games 2018. Ini dikarenakan data yang masuk dan diolah sangatlah banyak.

“Keamanan data di Asian Games 2018 menjadi perhatian penting selain soal distribusinya yang masif pada saat pelaksanaan. Untuk itu panitia melibatkan pilar penting dengan reputasi internasional yakni Ssyangyong Information Communication Corp (SICC), TISSOT, Microsoft dan NEC,” ujarnya.

Sebagai informasi, FTII merupakan organisasi yang beranggotakan asosiasi-asosiasi industri teknologi informasi, antara lain APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), ASPILUKI (Asosiasi Piranti Lunak Indonesia),  APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), ASSI (Asosiasi Satelit Indonesia), ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia), AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia), IdEA (Indonesia E-commerce Association), ACCI (Asosiasi Cloud Computing Indonesia), KKI (Komunitas Keamanan Informasi) dan lain-lain. (*)

Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rizal Dani
Sumber
: Press Rilis