Gaya Hidup
Benarkah Sabun Batangan Menjadi Sarang Bakteri?
06-07-2018 - 14:27 | Views: 2.27k
Ilustrasi - Sabun batangan. (FOTO: Vemale.com)
Ilustrasi - Sabun batangan. (FOTO: Vemale.com)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Anda pengguna sabun mandi batangan? Jika iya, Anda harus lebih berhati-hati dan janhan digunakan secara bersama-sama dengan orang lain. Sebab dilansir dari Medical Daily, sabun batang masih bisa mengandung bakteri walau diklaim bersih. 

Medical Daily menuliskan Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat (AS) menyarankan Anda untuk lebih memilih sabun cair daripada batang. Apabila memang lebih suka dengan sabun batang, ada baiknya untuk tidak berbagi pemakaian.

Sebuah studi yang dilakukan pada 2006 mengungkap bahwa sabun adalah sumber utama dari infeksi berkelanjutan di klinik-klinik dokter gigi. Dalam penelitian tersebut terungkap bahwa bagian bawah dari sabun batang adalah sarang bakteri.

Neal Schultz, ahli dermatologi kosmetik mengatakan sabun batang yang basah menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur.

“Sabun batang biasanya belum cukup kering di antara penggunaan, terutama bagian bawah, sehingga menjadi tempat berkumpulnya bakteri, jamur, dan buih yang bisa menular dari satu orang ke orang lainnya,” terang Schultz.

Selain itu, sabun batangan bisa terinfeksi bakteri metichillin-resistant staphylococcus aureus atau yang biasa disebut MRSA. Masalahnya, bakteri MRSA ini ternyata tidak mempan untuk diatasi dengan antibiotik biasa.

Sementara itu mengutip dari The Health Site, sabun batang juga bisa dipenuhi organisme dari kulit setelah digunakan untuk mandi. Meski diklaim antibakteri, sabun batang bukan pembunuh kuman yang efektif layaknya alkohol.

Nah ada baiknya Anda beralih menggunakan sabun cair. Hal itu akan melindungi Anda dan keluarga dari jamur dan bakteri yang tersimpan dari sabun batangan(*)

Editor
: Dhina Chahyanti
Publisher
: