Peristiwa
Hore, Dapur Umum Korban Banjir Banyuwangi Masih Ada Sampai Tanggal 6 Juli
01-07-2018 - 15:57 | Views: 3.30k
Dapur umum yang didirikan oleh Pemkab Banyuwangi (FOTO: Rizki Alfian/TIMES Indonesia)
Dapur umum yang didirikan oleh Pemkab Banyuwangi (FOTO: Rizki Alfian/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Guna memenuhi kebutuhan pangan bagi para korban banjir bandang di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, dapur umum yang didirikan di lokasi terdampak akan diperpanjang hingga Rabu 6 Juli 2018 mendatang.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharram, Minggu (1/7/2018).

“Betul, ini untuk menyediakan makan setiap hari bagi para korban terdampak banjir bandang disela bersih-bersih sisa material,” terangnya.

Menurut Eka, bantuan berupa sembako yang datang dari masyarakat tidak langsung disalurkan kepada para korban, namun lewat prosedur penentuan skala prioritas kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.

Eka menekankan bantuan sembako dari masyarakat bukan untuk dapur umum, tetapi langsung disalurkan kepada masyarakat dengan prosedur yang telah ditetapkan.

“Kalau kebutuhan untuk dapur umum sudah disediakan dari anggaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi,”paparnya kepada TIMESIndonesia.

Karena itu, lanjut Eka, bantuan yang lebih dibutuhkan bagi warga terdampak banjir saat ini bukan sembako. Tetapi kebutuhan bayi, selimut, peralatan dan material bangunan.

“Sementara untuk air bersih, PDAM Banyuwangi juga sudah siap dibutuhkan sewaktu-waktu, berapapun dan kapanpun dibutuhkan,” tandas Eka.

Seperti diketahui, Pemkab Banyuwangi memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat untuk penanganan korban banjir bandang. Perpanjangan itu akan dilakukan hingga 6 Juli 2018 mendatang. (*)

Pewarta
: Rizki Alfian
Editor
: Faizal R Arief
Publisher
: Rizal Dani