Peristiwa - Daerah
Warga Kebaman Banyuwangi Gelar Ingkungan Usai Khatam Al-Quran
14-06-2018 - 09:44 | Views: 4.01k
Warga sedang membagikan ingkung di Mushola Al-Amin (FOTO: Rizki Alfian/TIMES Indonesia)
Warga sedang membagikan ingkung di Mushola Al-Amin (FOTO: Rizki Alfian/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Usai melaksanakan Tadarus selama kurang lebih 29 hari penuh, warga kampung Wilutan Dusun Krajan RT 01 RW 04, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi menggelar acara ingkungan khatam Al-Quran, Rabu (13/6/2018) malam.

Acara tersebut dipusatkan di Mushala Al-Amin, yakni mushala di lingkungan kampung setempat.

Ingkungan ini digelar sebagai bentuk wujud syukur warga atas nikmat Allah SWT karena dapat mengkhatamkan Al-Quran selama bulan Ramadhan.

Selain itu, acara ini dilakukan dalam rangka menjalin silaturahmi untuk mewujudkan masyarakat yang rukun, aman, damai dan sejahtera.

Meski terbilang sederhana, namun acara ini mampu membuat warga setempat membaur dengan guyub.

“Alhamdulilah, acaranya berjalan lancar. Semoga kondisi yang demikian ini bisa terus terjaga,” ungkap Abdurrahman, Ketua RT setempat kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).

Dalam ingkungan khataman ini, warga menyiapkan sebanyak tiga ‘Ingkung’ sebagai menu konsumsinya. Ingkung tersebut, didapatkan dari iuran swadaya warga lingkungan satu RT.

Ingkung adalah ayam jago yang dimasak dan disajikan secara utuh bersama dengan nasi. Dalam berbagai ritual tradisi di Jawa, ingkung menjadi bagian dari ”ubo rampe” atau kelengkapan sesaji. Tradisi ini penuh dengan makna dan folosofi. Ingkung dapat dimaknai sebagai sikap pasrah dan menyerah atas kekuasaan Allah SWT.

“Sesuai tradisi, sebelum dimakan ingkung dibawa ke Mushola untuk didoakan. Setelah itu baru ingkung boleh dimakan bersama,” jelasnya.

Menurut Abdurrahman, ada aturan bahwa ayam yang boleh dipotong untuk ingkung harus ayam jago. (*)

Pewarta
: Rizki Alfian
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rochmat Shobirin