Peristiwa - Nasional
Mendes PDTT: Dana Desa untuk Penanganan Stunting
06-06-2018 - 10:35 | Views: 2.60k
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo. (FOTO: Humas for TIMES Indonesia)
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo. (FOTO: Humas for TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, penanganan masalah stunting akan menjadi salah satu fokus pemanfaatan dana desa.

Stuning adalah kondisi di mana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibandingkan dengan tinggi orang lain seusia pada umumnya. Penyebab stunting adalah kekurangan gizi yang terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal anak lahir, tetapi stunting baru tampak setelah anak berusia 2 tahun.

"Saat ini, dana desa juga difokuskan untuk menangani masalah stunting. Sedikitnya 30% anak Indonesia berpotensi stunting," ujar Mendes Eko,  Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Dana Desa 2018 yang dialokasikan pemerintah pusat sebesar Rp60 triliun yang disalurkan dari pemerintah kepada desa melalui pemerintah daerah kabupaten/Kota. Dalam penggunaan Dana Desa ini wajib dilakukan secara padat Karya Tunai di Desa (PKTD).

Tahun ini, Kemendes memasuki tahun keempat dalam mengemban amanat Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014. Desa diklaim telah mengalami kemajuan signifikan berkat dana desa.

Pada awalnya, pengelolaan dana desa tidak mencapai yang diinginkan. Tahun 2015, dana desa digulirkan Rp20 triliun dan hanya terserap 82%. Meski begitu, dikatakan Mendes PDTT, Presiden Joko Widodo tetap komitmen untuk membangun dari desa.

Terbukti, setahun kemudian dana desa ditingkatkan dua kali lipat, dan penyerapan bisa mencapai 96%. Hal ini lantaran Kemendes PDTT telah melakukan banyak hal, termasuk meletakkan dasar-dasar yang kokoh bagi pembangunan desa untuk masa yang akan datang. (*)

Pewarta
: Hasbullah
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rochmat Shobirin