Peristiwa - Nasional
Soal 200 Mubalig versi Kemenag, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy: Saya Tak Pernah Dikonfirmasi
23-05-2018 - 00:54 | Views: 8.27k
KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo (FOTO: Istimewa)
KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo (FOTO: Istimewa)

TIMESBANYUWANGI, SITUBONDO – Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy memberikan klarifikasi soal namanya yang terdaftar dalam nama 200 mubalig yang direkomendasi Kementerian Agama (Kemenag) RI yang dikeluarkan pada Jumat, 18 Mei 2018 lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh TIMES Indonesia dan sebagaimana dikutip dari Serambi Mata, Selasa (22/5/2018), bahwa kiai yang juga cucu salah satu pendiri NU di Kabupaten Situbondo menyampaikan, bahwa sejak awal dirinya tidak tahu menahu soal pencantuman namanya pada list 200 mubalig yang direkomendasi tersebut.

Cucu pahlawan nasional almarhum KHR Asad Syamsul Arifin ini mengungkapkan bahwa setelah namanya muncul di 200 nama mubalig yang dirilis Menteri Agama tersebut, muncul pula beragam tanggapan hingga penilian miring terkait dirinya.

“Luar biasa isu yang berkembang akibat rilis nama-nama itu, tapi ini adalah ujian yang dapat menghapus dosa-dosa saya, apalagi sekarang bulan Ramadhan, ” tuturnya.

Kiai yang juga pimpinan shalawat Bhenning itu tak terlalu merisaukan namanya masuk di dalam daftar nama mubalig yang menimbulkan polemik tersebut.

Apalagi dirinya memang tak pernah mendaftar apalagi mengajukan diri agar dimasukkan di dalamnya bahkan ia tidak pernah dikonfirmasi sebelumnya oleh pihak kementerian agama.

”Kemunculan nama saya bukan saya yang mengajukan. Saya juga tidak tidak pernah ditanya atau dikonfirmasi sebelumnya. Jadi itu sama sekali bukan keinginan saya,” ujar Kiai Azaim.

Kalau memang data itu belum final dan masih ada kemungkinan bertambah berdasarkan masukan masyarakat, saran Kiai Azaim, maka sebaiknya Kementerian Agama tidak terburu-buru merilis sampai daftar tersebut benar-benar final sehingga tidak menimbulkan spekulasi macam-macam serta polemik seperti yang berkembang saat ini.

Sebelumnya Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin menjelaskan bahwa pada tahap awal, Kementerian Agama merilis 200 daftar nama mubalig.

Tidak sembarang mubalig, tapi hanya yang memenuhi tiga kriteria, yaitu: mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi.

Daftar nama ini merupakan rilis awal yang dihimpun dari masukan tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh masyarakat.

Jumlah daftar ini tentu akan terus bertambah seiring masukan dari berbagai pihak.

Artinya, para mubalig yang belum masuk dalam daftar ini, bukan berarti tidak memenuhi tiga kriteria tersebut. Menurut Menag data itu bersifat dinamis dan akan terus update secara resmi.(*)

Pewarta
: Fathullah Uday
Editor
: Yatimul Ainun
Publisher
: Sholihin Nur