Olahraga
Tim Garuda Baru di Posisi Ke-4 Piala Dunia, Ini Kesan Mandira Isman
17-05-2018 - 07:38 | Views: 5.52k
Tim Garuda Baru usai laga perebutan posisi 3 di Stadion Rusia. (FOTO: ASSI for TIMES Indonesia)
Tim Garuda Baru usai laga perebutan posisi 3 di Stadion Rusia. (FOTO: ASSI for TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Ketua Asosiasi Street Soccer Indonesia (ASSI) Mandira Isman mengungkapkan kegembiraannya setelah Tim Garuda Baru, tim street soccer Indonesia, sukses mengukir prestasi di ajang Street Children World Cup (SCWC) 2018 di Rusia. Indonesia berada di posisi keempat dunia.

Selain itu, salah satu pemain Garuda Baru, Ryan Febriansyah, mampu menyabet  The Best Goalkeeper pada ajang ini. Street Children World Cup (SCWC) atau Piala Dunia Sepakbola Jalanan ini digelar setahun sekali. Tahun 2018 ini digelar di Rusia  

Mandira mengaku mendapatkan kabar membanggakan dari Moscow, Rusia, ini sejak Garuda Baru masuk semifinal. “ASSI memang bersinergi dengan Garuda Baru dalam mengirimkan 9 anak Indonesia untuk berlaga dalam Street Children World Cup 2018. Mereka melaju ke semifinal setelah berhasil mengalahkan Brazil 2-1 dan Mesir 1-0. Meski kalah dalam perebutan posisi ketiga lawan Burundi, tapi saya sangat bangga dan mengapresiasi perjuangan anak-anak,’’ ujar Mandira.

Tim-Garuda-Baru-2.jpg

Menurut Mandira, sesuai hasil pertandingan penyisihan perempat final Indonesia menghadapi Pakistan. Sedangkan Burundi menghadapi Uzbekistan. Hasil final, juara 1 diraih tim Uzbekistan. Disusul Pakistan di posisi kedua dan Burundi pada posisi 3. Indonesia yang kalah dari Burundi berada di posisi 4.

Yang membanggakan, kata Mandiri, selain berlaga pada pertandingan ini, kesembilan Garuda Baru akan unjuk gigi menampilkan pertunjukan kesenian tarian daerah Indonesia. Mereka membawakan tari Betawi dari DKI Jakarta, tari piring dari Sumatera Barat, dan tari mambri asal Papua.

Di Rusia, tim Garuda Muda juga sangat luar biasa. ’’Adik kita, Aditia Rahman selaku kapten tim mampu menunjukkan jiwa kepemimpinannya. Mereka semua memiliki semangat dan disiplin yang tinggi untuk bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kesan Mandira.

Tim-Garuda-Baru-3.jpg

Yang menarik, dukungan WNI di Rusia pada tim Garuda Baru juga sangat bagus. Misalnya, Fahrul Arifin, salah seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Kota Kazan, Rusia, rela menempuh perjalanan 12 jam demi mendukung delegasi Indonesia.

"Begitu dengar ada anak Indonesia main di Rusia, saya langsung beresin tas dan berangkat. Kapan lagi bisa bela tim Indonesia, selagi saya bisa saya akan hadir walau jauh,’ ujar mahasiswa yang sudah sejak kelas 3 SMA mengikuti pertukaran pelajar di Rusia, ini.

Dukungan ini pun membuat Tim Garuda Baru termotivasi. Termasuk ketua ASSI Mandira Isman. Mandira pun bertekad terus memajukan olahraga ini di Indonesia. (*)

Pewarta
: Catherine Aurora (CR-053)
Editor
: Deasy Mayasari
Publisher
: Rochmat Shobirin