Peristiwa - Daerah
PC IPPNU Banyuwangi, Gelar Diskusi Pemantapan Kader Anti Radikalisme
16-05-2018 - 15:32 | Views: 2.51k
Acara diskusi dan tasyakuran basecamp PC IPPNU Banyuwangi di Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan. (FOTO: Erwin Wahyudi / TIMES Indonesia)
Acara diskusi dan tasyakuran basecamp PC IPPNU Banyuwangi di Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan. (FOTO: Erwin Wahyudi / TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYWANGI – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNUBanyuwangi, Selasa (15/5/20818), menggelar diskusi pemantapan kader anti radikalisme. Acara yang digelar di Basecamp PC IPPNU, di Dusun Krajan Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng itu, sekaligus tasyakuran pemempatan basecamp baru.

Ketua PC IPPNU Banyuwangi, Bara Putri Rianda Hardiyanti, mengungkapkan, diskusi pemantapan kader anti radikalisme ini dilakukan karena saat ini menjadi polemik dan dianggap krusial dan menjadi ancaman yang nyata bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami ingin para kader IPPNU mempunyai beteng yang kuat untuk menagkal paham radikalisme," ungkapnya. 

Sementara itu, mantan ketua PC IPPNU periode 2006 -2008, Ana Aniati, yang hadir menjadi narasumber, mengungkapkan, hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya pencegahan dan menangkal radikalisme.

Peran pelajar dinilai sangat penting, selain itu, pelajar juga merupakan generasi penerus bangsa yang perlu disusupi wawasan yang luas tetang apa itu paham radikalisme serta kekayaan ilmu agama.

"Mengenai aqidah, keyakinan, nilai-nilai Ahlusunnah wal Jama'ah, itu adalah suatu pemahaman dasar yang dapat membantu dalam pencegahan radikalisme," ujarnya. 

Dalam kesempatan tersebut para pelajar putri NU juga mengadakan tasyakuran penempatan Basecamp dan menggelar doa bersama korban bom yang dilkukan oleh teroris. 

"Basecamp ini merupakan embrio yang kedepannya akan menjadi rumah ramah pelajar atau student center yang dimana para pelajar dapat belajar dan mendapatkan informasi seputar keterpelajaran. Tak hanya itu disini nantinya juga akan ada perpustakaan mini dan kelas-kelas diskusi tematik secara rutin, dan bimbingan belajar berbagai mata pelajaran," pungkas Bara. (*)

Pewarta
: Erwin Wahyudi
Editor
: Yatimul Ainun
Publisher
: Ahmad Sukma