Peristiwa
Tak Terkendali, Miras juga Beredar di Sekitar Pesantren di Banyuwangi
26-04-2018 - 17:33 | Views: 3.74k
ILUSTRASI: Miras. (FOTO: TIMES Indonesia)
ILUSTRASI: Miras. (FOTO: TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Peredaran Minuman Keras (Miras) di Banyuwangi, Jawa Timur, sepertinya memang sudah tak terkendali. Bukan hanya perkotaan, desa hingga wilayah sekitar Pondok Pesantren (Ponpes) pun jadi lahan subur para pedagang.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Tegalsari, yang merupakan lokasi berdirinya pesantren terbesar di Bumi Blambangan, yakni Ponpes Darussalam Blokagung. Tak pelak, masyarakat serta para pengasuh pesantren pun resah.

Terlebih para pedagang minuman haram di wilayah setempat, mayoritas telah mengantongi izin, sehingga tidak serta-merta bisa dirazia petugas Kepolisian.

“Kita berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Perizinan, lebih arif lagi dalam menerbitkan izin jual beli miras, meskipun sudah ada Perda (Peraturan Daerah),” ucap Rektor IAIDA Blokagung, KH Ahmad Munib Syafaat Lc.M.E.I, Kamis (26/4/2018).

Disebutkan, di Kecamatan Tegalsari, miras yang beredar di pasaran didominasi miras Golongan A dan B. Sungguh kenyataan yang cukup mengejutkan untuk daerah pedesaan.

“Ini masalah peredaran miras di desa-desa, harapan kita dengan adanya kebijakan dalam penerbitan izin, Banyuwangi, bisa terhindar dari maraknya miras terutama miras oplosan,” pungkas tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi ini.

Sementara itu, demi meminimalisir jatuhnya korban, Munib juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawasi peredaran miras. (*)

Pewarta
: Syamsul Arifin
Editor
: Faizal R Arief
Publisher
: Rizal Dani