Peristiwa - Daerah
Jembatan Ambruk
Jembatan Ambruk, Ini Kata Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional
17-04-2018 - 16:24 | Views: 3.35k
Kondisi Jembatan kembar sisi barat yang menghubungkan Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban dengan Kecamatan Babat, Kabupaten  Lamongan, Jawa Timur ambrol, Selasa (17/4/2018). (FOTO: Ardianto/ TIMES Indonesia)
Kondisi Jembatan kembar sisi barat yang menghubungkan Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban dengan Kecamatan Babat, Kabupaten  Lamongan, Jawa Timur ambrol, Selasa (17/4/2018). (FOTO: Ardianto/ TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, LAMONGAN – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, menyebut, melintasnya tiga kendaraan berat yang melintas secara bersamaan menjadi penyebab jembatan ambruk yang menghubungkan Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

“Mungkin karena beban bersamaan tiga,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Jalan Nasional wilayah Tuban Lamongan, Tugiman, Selasa, (17/4/2018).

Pada pukul 10.45 WIB, kendaraan truk bernomor polisi S-8569-UE dengan kepala merah berada di barisan paling depan truk kepala hijau hendak menyalip dan truk kepala putih berada di urutan ketiga.

Sebenarnya, kata Tugiman, sebelum ambruk, tidak ada laporan tentang terjadinya sleding atau penurunan karena bautnya lepas di benteng ketiga. “Waktu pengecakan gak ada tanda-tanda,” katanya.

Memang diakuinya, di bentang ketiga tak ada masalah, justru sebenarnya, di bentang kedua yang mengalami sleding atau penurunan karena bautnya sudah lepas. “Bentang ketiga mungkin bersamaan,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, jembatan tersebut sudah diperbaiki secara berkala. Ia menyebut, kalau perbaikan itu hanya pengerasan baut, dan perbaikan lantai.

“20 tahun itu penggantian, ini belum ada rencana penggantian baru perawatan berkala,” tuturnya.

Namun kejadian tak terduga terjadi di jembatan yang dikatakannya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, dibangun pada 1983 silam. “Jadi satu tahun sekali diadakan perawatan, Ini rencana survei lapangan, tapi ada kejadian kayak gini,” tuturnya. (*)

Pewarta
: Ardiyanto
Editor
: Yatimul Ainun
Publisher
: Sholihin Nur