Peristiwa - Nasional
Korupsi di Kota Malang
KPK Kembali Periksa Abah Anton dalam Kasus Suap APBD-P Kota Malang
17-04-2018 - 14:42 | Views: 4.60k
Wali Kota Malang non-aktif M Anton saat akan menjalani pemriksaan di gedung KPK Selasa (17/4/2018) (FOTO: Hasbullah/ TIMES Indoensia)
Wali Kota Malang non-aktif M Anton saat akan menjalani pemriksaan di gedung KPK Selasa (17/4/2018) (FOTO: Hasbullah/ TIMES Indoensia)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Wali Kota Malang non-aktif M Anton atau Abah Anton dalam penyidikan kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Pemkot Malang tahun anggaran 2015.

Selain Anton, penyidik lembaga anti-rasuah juga mengandekan pemeriksaan terhadap sejumlah tersangka dan saksi lain dari unsur legislatif Kota Malang, yakni Bambang Sumarto, Wiwik Hendri Astuti, Sahrawi dan Salamet. 

Berdasarkan agenda pemeriksaan KPK yang dirilis pada Selasa (17/4/2018), anggota DPRD Bambang Sumarto dan Wiwik Hendri Astuti akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wali Kota Malang non-aktif M Anton. 

Sementara itu, Sahrawi akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Pemkot Malang tahun anggaran 2015 dengan tersangka anggota DPRD, Salamet.

Sebelumnya, kasus dugaan suap untuk memuluskan APBD-P Kota Malang tahun 2015 dilakukan bersama-sama pihak eksekutif dan legislatif. Kasus ini menjerat Wali Kota Malang non-aktif M Anton dan 18 anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019.

KPK menduga Anton selaku Wali Kota Malang memberi hadiah atau janji kepada anggota DPRD Kota Malang terkait dengan pembahasan APBD-P Malang.

Terkait kasus ini, M Anton resmi ditahan berbarengan dengan anggota DPRD Malang Heri Pudji Utami, Abdul Rachman, Hery Subiantono, Rahayu Sugiarti, Sukarno dan Ya'qud Ananda Gudban.

Pada Rabu 28 Maret, KPK melanjutkan penahanan terhadap lima anggota DPRD Malang terkait dugaan suap APBDP tersebut.

Mereka adalah Wakil Ketua DPRD Kota Malang, M Zainuddin dan Wiwik Hendri Astuti, serta tiga anggota DPRD, Salamet, Mohan Katelu dan Suprapto. 

Kemudian Bambang Sumarto ditahan pada Kamis 29 Maret 2018 dan Sahrawi langsung dijebloskan ke rutan usai menjalani pemeriksaan Kamis 5 April 2018.

Terakhir, KPK pada Jumat 6 April 2018 juga menahan Abdul Hakim, Imam Fauzi, Sulik Lestyowati, Syaiful Rusdi, dan Tri Yudiani setelah menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang TA 2015 di Gedung KPK. (*)

Pewarta
: Hasbullah
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Sholihin Nur