Peristiwa - Daerah
Tekan Peredaran Miras Oplosan, Kapolres Jember Kunjungi Apotek dan Minimarket
16-04-2018 - 14:04 | Views: 8.27k
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo (kiri) saat menempelkan stiker himbauan terkait miras oplosan di Apotek Bima. (FOTO: Dody Bayu Prasetyo/TIMES Indonesia)
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo (kiri) saat menempelkan stiker himbauan terkait miras oplosan di Apotek Bima. (FOTO: Dody Bayu Prasetyo/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, JEMBER – Tidak hanya melakukan upaya represif dengan menyita ribuan botol minuman keras (miras) yang tidak memiliki ijin edar dan oplosan, Polres Jember, Jawa Timur juga terus menggalakkan langkah-langkah preventif.

Salah satunya dengan melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat, khususnya kepada pemilik minimarket dan apotek.

Mereka dihimbau untuk tidak menjual atau menyediakan bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat miras oplosan, seperti alkohol dengan kadar 70 hingga 100 persen secara bebas kepada masyarakat.

"Alkohol 70 persen itu untuk obat luar dan akan menjadi racun apabila dicampur dengan minuman suplemen," terang Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat melakukan upaya preventif dengan menempelkan stiker himbauan tentang bahaya miras oplosan di sejumlah minimarket dan apotek di Jember, Senin, (16/4/2018).

Dia menerangkan, himbauan serupa kepada masyarakat juga selalu dilakukan pihaknya dalam kesempatan yang beragam.

Seperti saat kegiatan upacara bendera tiap hari Senin di sekolah-sekolah dan himbauan kepada masyarakat tiap usai sholat Jumat.

"Kami sampaikan juga kepada orang tua murid agar mereka senantiasa menjaga dan mengawasi anak-anaknya agar tidak sampai minum miras oplosan," tuturnya.

"Kami juga telah berkoordinasi dingan dinas kesehatan agar upaya preventif ini dapat maksimal," imbuh dia.

Sementara itu, Bambang Siswanto Gunawan, pemilik Apotek Bima menyambut positif langkah Polres Jember untuk mengantisipasi peredaran miras oplosan di tengah masyarakat. Bambang mengatakan bahwa pihaknya juga akan menaati prosedur penjualan obat-obatan dan bahan-bahan kimia kepada masyarakat yang sudah diatur oleh pemerintah.

"Selama ini obat-obatan yang kami jual kepada masyarakat harus sesuai dengan resep dokter," ujarnya singkat usai apoteknya dikunjungi oleh Kapolres Jember siang tadi. (*)

Pewarta
: Dody Bayu Prasetyo
Editor
: Widodo Irianto
Publisher
: Rochmat Shobirin