Peristiwa - Internasional
'Agresi' AS ke Suriah
Serangan Misil Tomahawk AS ke Suriah Gagal Dibahas KTT Liga Arab
16-04-2018 - 10:18 | Views: 2.80k
Para pemimpin Liga Arab gagal membahas serangan AS ke Suriah. (FOTO: Bandar Algaloud/Anadolu/Al Jazeera)
Para pemimpin Liga Arab gagal membahas serangan AS ke Suriah. (FOTO: Bandar Algaloud/Anadolu/Al Jazeera)

TIMESBANYUWANGI, ARAB SAUDI – Para pemimpin Arab gagal membahas serangan misil tomahawk AS ke Damaskus pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab. Padahal serangan yang oleh Presiden Putin disebut-sebut sebagai ‘agresi’ AS ke Suriah ini dinilai bisa memicu ketegangan dunia.

KTT Liga Arab berlangsung di Arab Saudi pada hari Minggu, atau sehari setelah serangan terkoordinasi oleh AS, Inggris dan Prancis. Serangan itu mengenai tiga lokasi yang diduga terkait dengan produksi senjata kimia di Suriah.

Seorang juru bicara KTT mengungkapkan, para pemimpin Arab itu akan memang membahas konflik Suriah. Tetapi bukan serangan AS yang menargetkan situs-situs dekat Damaskus serta di provinsi Homs.

Mereka justru menyerukan penyelidikan internasional serta mengutuk penggunaan senjata kimia di Suriah. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir kepada media setelah KTT sebagaimana dilansir dari Al Jazeera.

Sebelumnya, Arab Saudi, Bahrain, dan Qatar telah mengeluarkan pernyataan untuk mendukung tindakan sementara Mesir, Irak, dan Lebanon menyatakan keprihatinan atas serangan itu.

Presiden Suriah Bashar al-Assad sendiri membantah telah menggunakan atau memiliki senjata kimia. Al Assad tidak hadir pada pertemuan Liga Arab itu setelah Suriah dikeluarkan dari Liga Arab pada 2011.

Terpisah,

Analis politik senior Al Jazeera, Marwan Bishara, menyampaikan bahwa KTT Liga Arab ini sebagai KTT yang ‘aneh’. Sebab, serangan AS baru-baru ini ke Suriah dipandang tidak ada dalam agenda.

Marwan menilai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab atas serangan misil tomahawk AS ke Damaskus itu seperti pertemuan tanpa dasar. Padahal serangan yang oleh Presiden Putin disebut-sebut sebagai ‘agresi’ AS ke Suriah ini dinilai bisa memicu ketegangan dunia. (*)

Pewarta
: Abdul Lathif
Editor
: Khoirul Anwar
Publisher
: Rochmat Shobirin