Peristiwa - Internasional
Perang Sipil Suriah
Erdogan Tanggapi Serangan Misil Tomahawk AS ke Damaskus
15-04-2018 - 07:53 | Views: 2.19k
Sebuah kapal perang saat menembakkan Misil Tomahawk (FOTO: Abriendo)
Sebuah kapal perang saat menembakkan Misil Tomahawk (FOTO: Abriendo)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTAPemerintah Turki di bawah Presiden Recep Tayyib Erdogan merespons dingin serangan udara AS dan sekutunya ke Damaskus, Suriah. Ratusan misil Tomahawk yang membombardir negara yang dilanda perang sipil Suriah itu dianggap Turki sebagai tindakan yang tepat untuk menargetkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

"Kami menyambut baik operasi ini yang telah membuat hati nurani manusia manangis dalam menghadapi serangan di Douma (serangan kimia yang diduga menyebabkan puluhan orang tewas), yang sebagian besar diduga dilakukan oleh rezim," kata kementerian luar negeri Turki dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari Al Ahram Online, situs media berbasis di Mesir.

Seperti diketahui, Amerika Serikat, Inggris dan Prancis melakukan gelombang serangan ke rezim Assad pada Sabtu. Atau seminggu setelah serangan gas mematikan yang diduga terjadi di daerah pinggiran Damaskus yang dikuasai pemberontak Douma.

Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag mengatakan serangan itu belum diluncurkan melalui pangkalan udara Incirlik selatan Turki.

"Turki diberitahu sebelum serangan itu," tulisnya di Twitter. "Pangkalan Incirlik tidak digunakan dalam serangan ini."

Pemerintah Ankara sebelumnya menyampaikan bahwa serangan senjata kimia yang tanpa pandang bulu menargetkan warga sipil merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Hal itu tidak boleh dibiarkan begitu saja.

"Rezim Suriah, yang telah menyengsarakan rakyatnya sendiri selama lebih dari tujuh tahun. Baik itu dengan senjata konvensional atau kimia. Mereka memiliki rekam jejak kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang," kata Bekir Bozdag, dari Kementerian Luar Negeri Turki.

Turki merupakan kritikus vokal rezim Assad di Damaskus. Angkara mendukung pemberontak yang berjuang untuk penggulingan Assad. Namun dalam beberapa bulan terakhir ini Turki telah bekerja sama dengan Rusia untuk mencari solusi konflik politik di Suriah, meskipun Moskow tetap merupakan sekutu utama Damaskus.

Serangan udara AS dan sekutunya ke Damaskus, Suriah dengan ratusan misil Tomahawk menghancurkan sejumlah fasilitas nuklir Damaskus. Dengan serangan ini, akan menambah problem perang sipil Suriah yang berlangsung selama tujuh tahun. Pemerintah Turki di bawah Presiden Recep Tayyib Erdogan pun merespons dingin serangan ini. (*)

Pewarta
: Abdul Lathif
Editor
: Khoirul Anwar
Publisher
: Sholihin Nur