Peristiwa - Nasional
Mendagri Beberkan Alasan Tolak Komentari Cawapres Jokowi
01-04-2018 - 15:56 | Views: 3.49k
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo  (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia)
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTAMenteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengungkapkan, alasan di balik penolakannya mengomentari soal sosok calon wakil presiden yang tepat mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019

Menurutnya, tak elok bila ikut-ikutan membahas soal pencapresan lantaran dirinya masih berstatus seorang menteri yang memiliki tanggungjawab melaksanakan tugas presiden untuk masyarakat. 

"Sebagai 'pembantu' Presiden adalah bekerja dan bekerja melaksanakan tanggung jawab untuk mencapai garis finish yang telah di tentukan Presiden dan melaksanakan fungsi jabatan dengan benar dan sebaik-baiknya untuk masyarakat," kata Tjahjo, di Jakarta, Minggu (1/4/2018).

Kata dia, sudah sepantasnya seorang menteri menjalankan tugas serta melindungi martabat dan kehormatan presiden. Sebab jabatan yang ia duduki saat ini merupakan amanah yang harus dipetanggungjawabkan sebaik mungkin. 

Di sisi lain, politisi senior PDI Perjuangan itu juga tak ingin tugas kepemerintahannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terhabat oleh dinamika politik jelang Pilpres 2019. 

"Saya tetap akan bekerja mengalir dengan penuh tanggugjawab, seperti air dimana akan terus mengalir sampai muara. Walau harus melewati bebatuan dan terjalnya batu karang," tegasnya. 

Mengenai, sosok cawapres Jokowi, Tjahjo mengatakan, bahwa yang berhak berkomentar saat ini adalah pimpinan partai politik. Namun ia mempersilahkan pengamat politik, lembaga survie hingga masyarakat bila ingin memantau perkembangan Pilpres mendatang.

"Sebagai pembantu Presiden Pak Jokowi, tidak etis menurut saya jika ikut berkomentar tentang capres dan cawapres," tutur Tjahjo.

Mendagri pun kembali menegaskan, pihaknya saat ini akan tetap fokus bekerja sebagai menteri hingga masa tugasnya di kabinet Presiden Jokowi berakhir, tanpa ikut-ikutan membahas soal pencapresan di Pilpres 2019.(*)

Pewarta
: Hasbullah
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Sholihin Nur
Sumber
: TIMES Jakarta