Pendidikan
Tantangan Para Pendidik Abad 21
24-03-2018 - 08:09 | Views: 4.56k
Kegiatan belajar mengajar dikelas (FOTO: Wikipendidikan)
Kegiatan belajar mengajar dikelas (FOTO: Wikipendidikan)

TIMESBANYUWANGI, JEMBER – Perkembangan zaman menjadi tantangan bagi para pendidik dalam memberikan metode pembelajaran yang sesuai bagi pelajar.

Pendiri Taman Merdeka Belajar Riyadi Ariyanto mengupas hal tersebut dalam seminar nasional bertajuk Nalar Kritis Pendidik Bangsa Mewujudkan Indonesia Mandiri 2025 di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, pada Jum'at, (23/03/2018).

Dia mengatakan bahwa saat ini teknologi berkembang begitu cepat sampai nyaris tidak dapat diprediksi. Begitu pula dengan arus informasi yang tidak dapat dibendung.

Riyadi menerangkan, kebanyakan informasi saat ini dapat diakses dengan mudah dari internet atau media sosial. Sehingga menurutnya masyarakat khususnya para pelajar dapat mencari sumber pengetahuan baru selain dari guru dari jagad maya.

"Pendidikan merupakan poin terpenting dalam pembangunan bangsa.  Apalagi dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat mendorong para pendidik untuk terus belajar dan mengikuti perkembangannya," katanya.

Dia menerangkan, Pemerintah Indonesia memiliki rencana pembangunan jangka panjang di tahun 2025 yang memiliki tujuan untuk menjadikan negara yang mandiri, maju, adil, dan makmur. Maka dari itu,  Riyadi mengajak para guru untuk terus belajar dan menghadapi tantangan untuk mewujudkan rencana pembangunan tersebut.

"Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 pemerintah memberikan solusi kepada para pendidik abad ke-21 yaitu mengenai pendidikan karakter. Para pendidik dapat menerapkan pendidikan karakter dengan caranya sendiri kepada generasi bangsa di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat," tutur dia.

Riyadi mengartikan pendidikan karakter sebagai pendidikan akhlak, yang mana hal ini dapat diterapkan oleh para pendidik lulusan prodi pendidikan agama Islam. 

"Pendidikan karakter adalah pendidikan akhlak, yang paling tahu, paling kreatif dan dimplementasikan oleh mahasiswa program studi agama Islam," imbuhnya. (*)

Pewarta
: Siti Mukifah (MG)
Editor
: Widodo Irianto
Publisher
: Sholihin Nur
  • Berita Terkait