Peristiwa
Pelaksanaan PTSL jangan Sampai Memanipulasi Data
14-03-2018 - 20:27 | Views: 4.11k
Kanit Tipikor Polres Banyuwangi, Ipda I Gede Putu Wiranata. (FOTO: Erwin Wahyudi/TIMES Indonesia)
Kanit Tipikor Polres Banyuwangi, Ipda I Gede Putu Wiranata. (FOTO: Erwin Wahyudi/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Pihak Polres Banyuwangi mengingatkan dalam pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)  jangan ada manipulasi data dalam pemberkasan, karena hal itu jelas melanggar hukum.

"Ini program pemerintah pusat, jadi harus berjalan dengan baik," ungkapnya Kanit Tipikor, Ipda I Gede Putu  Wiranata saat sosialisasi program PTSL di Pendopo Balai Desa Genteng Kulon, Genteng. 

Terkait dengan pungutan lebih dari ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yaitu Rp 150 ribu, Mantan Kanit Reskrim Polsek Gambiran ini menyampaikan, agar pihak kelompok masyarakat (pokmas) berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemohon untuk penentuan besaran pungutan.

"Jangan sampai waktu pelaksanaan timbul permasalahan. Dan yang juga harus diperhatikan adalah, jangan sampai dobel anggaran, jadi anggaran yang sudah di biayai negara jangan sampai dibebankan ke pemohon. Kalau itu terjadi jelas melanggar hukum," jelasnya. 

Hal lain yang disampaikan yaitu jangan sampai ada anggaran yang  dipungut kepada masyarakat, yang peruntukanya untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain.

"Kuncinya yang terpenting adalah kesepakatan bersama. Dan agar tidak terjerat hukum, lakukan semua dengan mekanisme yang benar," ucapnya. (*)

Pewarta
: Erwin Wahyudi
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rizal Dani
  • Berita Terkait