Peristiwa - Daerah
Fatimah, Bayi yang Punya Penyakit Aneh Dirujuk ke RS PHC, Ini Penjelasan Dokter
14-03-2018 - 19:56 | Views: 5.17k
Fatimah saat masih di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan (FOTO: DIcko W/ TIMES Indonesia)
Fatimah saat masih di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan (FOTO: DIcko W/ TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, PROBOLINGGO – Nur Fatimah, bayi berusia 5 bulan yang menderita penyakit langka di kepalanya kini dirujuk ke RS PHC Surabaya, setelah dirawat 1 hari 1 malam di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Fatimah, dirujuk ke Surabaya pada Rabu, (14/3/2018).

Oleh dokter pemeriksa di RS Waluyo Jati, yakni dr Komang Ayu R. Purnamaningsih, Fatimah didiagnosa mengalami penyakit yang mengarah ke crouzon syndrome, yakni penyakit autosomal dominan dengan gejala yang bervariasi yang disebabkan oleh mutasi gen pertumbuhan.

“Awal masuk ke Waluyo jati, kondisi Fatimah, dalam kondisi stabil. Namun setelah dilakukan pemeriksaan intensif pada kepalanya. Penyakit yang ada di kepalanya itu disebut  brachycephaly, tidak seperti kepala anak pada umumnya,” jelasnya, Rabu, (14/3/2018). 

Begitu pula dengan mata sebelah kiri Fatimah yang seperti ada benjolan. Ayu mengatakan, mata yang menonjol keluar itu disebut exofthalmus.

“Nah, penyakit syndrome itu, melibatkan beberapa penyebab atau multi-faktorial, dan itu sulit untuk disebutkan salah satu penyebabnya. Namun, kami menduga itu bukan penyakit turunan, karena Fatimah, sudah mengalami kecacatan itu sejak berada dalam rahim ibunya,” terangnya.

Dia menerangkan bahwa penyakit itu juga bukan termasuk chromosome x dan y. Namun kata dia, penyakit tersebut bersifat sporadis. Dan penyakit semacam itu, bisa saja mengena ke siapa saja.

Jika sudah terkena penyakit seperti itu lanjut Ayu, sulit akan disembuhkan secara total. Termasuk kepada kondisi bagian kepala bayi malang tersebut.

“Kenapa Fatimah harus dirujuk ke RS PHC, karena fasilitas di RS Waluyo Jati masih kurang untuk mendukung bukti-bukti dan hasil diagnosis. Sehingga perlu dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan peralatan yang lebih lengkap,” terangnya. (*)

Pewarta
: Dicko W
Editor
: Widodo Irianto
Publisher
: Sholihin Nur