Peristiwa - Daerah
Kisah Fatimah, Bayi Keluarga Miskin Probolinggo Penderita Penyakit Langka
13-03-2018 - 19:55 | Views: 5.05k
Fatimah, saat dirujuk ke RSUD Waluyo Jati. (FOTO: Dicko/TIMES Indonesia)
Fatimah, saat dirujuk ke RSUD Waluyo Jati. (FOTO: Dicko/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, PROBOLINGGO – Nama bayi itu Fatimah, usianya baru lima bulan. Di usia sedini itu, anak dari pasutri Anisa (35) dan Trisno (50) di Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur tersebut, menderita penyakit aneh.

Ukuran kepalanya terus membesar, bentuknya lonjong ke atas. Selain itu pada mata kiri Fatimah, terdapat benjolan yang terlihat menyiksa bayi dari keluarga miskin tersebut.

Keluarga yang tinggal tak jauh dari balai desa setempat ini, hidup serba kekurangan. Keluarga ini belum mempunyai rumah. Mereka hanya numpang di rumah saudaranya yakni Syakdiah, saudara dari Anisa, selama setahun terakhir ini.

Fatimah-sakit.jpg

Sutrisno sehari-hari bekerja sebagai kuli di sawah dengan pendapatan Rp 25 ribu. Pendapatan itu dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dengan kondisi seperti itu, pasutri ini sudah pasrah dengan kondisi putrinya yang menderita penyakit aneh pada kepalanya itu. Mereka tidak bisa membawa berobat karena terkendala pembiayaan.

Pasutri Sutrisno dan Anisa, baru menikah tak sampai 2 tahun. Sementara, saudaranya juga tidak mampu untuk membantunya untuk berobat, karena setiap harinya harus berjuang untuk kembutuhan sehari-hari.

“Tidak tahu penyakit anak saya ini apa. Padahal proses lahirnya normal. Bahkan, saya dan istri rutin membawanya ke bidan desa. Hanya saja tidak pernah dilakukan USG ke dokter,” tutur Trisno.

Fatimah.jpg

Trisno mengaku, Fatimah mengalami penyakit itu memang sejak lahir. Namun, kondisinya waktu lahir tidak separah saat ini. Kepala Fatimah terus membesar. Oleh Bidan, dirinya memang disarankan untuk ke rumah sakit lagi.

“Pada proses persalinan di Puskesmas, langsung dibawa ke RSUD Waluyo Jati. Di sana (RSUD) selama 3 hari saja, karena kurangnya persyaratan BPJS. Kartu Keluarga saya hilang, jadi tidak bisa untuk menggunakan BPJS itu, terpaksa saya harus pulang, karena tidak ada biaya,” terangnya.

Kisah pilu keluarga ini, mengemuka sejak sepekan terakhir dan menyita perhatian. Hingga akhirnya, Fatimah dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksan, Selasa (13/3/2018) pagi untuk mendapatkan perawatan.

Fatimah, beserta orang tuanya, diantar langsung oleh kepala Puskesmas dan Muspika Banyuanyar, untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan yang intensif. Ia dirawat di Paviliun ruang Dahlia RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Dari hasil diagnose semetara tim medis RSUD Waluyo Jati, Fatimah, didiagnosa  Anomaly Kongenital Susp Crouzen Syndrome, alias penyakit kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak lahir.

“Sementara, kita masih melakukan pemeriksaan fisik dan lainnya terhadap Fatimah. Setelah itu, jika memang dibutuhkan untuk opname harus opname. Sambil menunggu pemeriksaan dari dokter spesialis anak di rumah sakit Waluyo Jati ini,” kata Sugianto, Humas RSUD Waluyo Jati, kepada waratawan.

Sugianto menjelaskan, karena Fatimah mengalami penyakit kelainan yang merupakan penyakit bawaan sejak lahir, maka penanganannya berbeda dengan pasien lainnya.

“Ini harus dilakukan tindakan tim medis yang komprehensif lintas disiplin ilmu. Baik dokter spesialis anak, dokter spesialis bedah dan lainnya, dan harus melibatkan beberapa pihak, kerena itu penyakit bawaan,” jelasnya.

Sugianto menambahkan, Fatimah bisa juga dilakukan perawatan oleh tim medis yang lebih kompeten. Artinya, bisa dilakukan perawatan lebih lanjut alias dirujuk.

"Tapi sebelumnya, kami masih butuh mengetahui penyakit tersebut, yang selanjutnya dari Waluyo Jati, akan mengkonsultasikan ke pihak yang lebih kompeten," ucapnya. (*)

Pewarta
: Dicko W
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rochmat Shobirin