Pendidikan
Di Banyuwangi, Pelajar SD dan MI Diberi Wadah Adu Kreativitas
13-03-2018 - 17:26 | Views: 7.21k
Siswa peserta Pekan Seni Pelajar di Banyuwangi, sedang membuat patung Barong dari bahan plastisin. (FOTO: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)
Siswa peserta Pekan Seni Pelajar di Banyuwangi, sedang membuat patung Barong dari bahan plastisin. (FOTO: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Berbagai kegiatan terus digelar Pemerintah Daerah Banyuwangi, Jawa Timur, guna mendorong dan mewadahi kreatifitas pelajar. Kali ini yang digeber adalah Pekan Seni Pelajar (PSP) tingkat SD dan MI, se Bumi Blambangan.

Acara yang dibuka pada Selasa (13/3/2018), merupakan even dua tahunan. Dikesempatan sebelumnya, agenda tersebut jadi satu dengan Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) pada tahun 2015.

Pekan seni pelajar tahun 2018 ini dilangsungkan selama dua hari, mulai 12-13 Maret 2018.

Pembukaan PSP Tahun 2018 ini berlangsung cukup sederhana, dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono, di Aula kantor dispendik.

Ada enam bidang kesenian yang dilombakan dalam PSP kali ini. Keenam bidang tersebut yakni, lomba olah musik tradisional, paduan suara, kreasi tari, teater, samroh dan lomba seni patung.

Lomba-lomba pekan seni ini diselenggarakan di tempat yang berbeda-beda. Lomba samroh di gelar di Peringgitan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), lomba musik dan tari di Gedung Seni Budaya (Gesibu), lomba teater dan paduan suara di kantor dispendik. Sedangkan lomba patung di gelar Taman Blambangan.

Lomba patung sendiri diikuti 25 anak dari berbagai SD di 25 kecamatan. Meski rata-rata masih kelas V SD, mereka cukup piawai membuat karya patung sesuai dengan tema, yakni, sejarah dan budaya Banyuwangi. Diantaranya patung barong, Prabu Tawangalun hingga sepasang penari paju gandrung.

Saat membuat patung mereka terlihat asyik dan menikmati, selayak seniman yang sudah mahir. Seperti yang terlihat pada salah satu peserta, Timoer Surya Alam, siswa SDN I Setail, Genteng. Sejak awal lomba dia tampak serius membuat patung barong.

Juara I lomba patung tingkat kecamatan ini, sangat detail membuat patung dari plastisin. “Patung barong ini harus bagus dan mirip aslinya,” kata siswa kelahiran 24 Februari 2006 ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiyono, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan even dua tahunan yang selalu digelar untuk mencari bibit-bibit dan generasi muda berbakat dibidang seni.

“Diharapkan akan melahirkan bibit generasi-genarasi hebat yang berprestasi di bidang seni baik musik, tari, seni mematung dan seni teater,” katanya.

Terus dipacu dalam kompetisi karya, diharapkan para siswa SD dan MI di Banyuwangi, bisa termotivasi untuk selalu menjadi yang terbaik.

Dengan begitu diharapkan anak-anak di Banyuwangi akan tumbuh menjadi generasi muda yang mampu bersaing serta beradaptasi sesuai kebutuhan dan tantangan zaman. (*)

Pewarta
: Syamsul Arifin
Editor
: Yatimul Ainun
Publisher
: Rochmat Shobirin