Peristiwa - Nasional
PKB Minta Biaya Haji 2018 Tak Naik
12-03-2018 - 11:23 | Views: 3.10k
Jemaah Haji Indonesia (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Jemaah Haji Indonesia (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, PROBOLINGGO – Wasekjen PKB Abdul Malik Haramain menekankan kepada pemerintah dan Panja BPIH, agar mempertahankan biaya ibadah haji tahun 2018 dan tidak mengalami kenaikan.

Hal itu disampaikan Malik di sela-sela aktivitasnya blusukan ke Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (12/3/2018) pagi.

Panja BPIH komisi VIII DPR-RI, saat ini mulai menggodok persiapan haji 2018.

Mantan pimpinan komisi VIII itu juga menekankan agar living cost (uang saku) sebesar 1.500 real yang akan diberikan oleh pemerintah kepada jamaah haji pada saat akan beranjak meninggalkan tanah air, tak diturunkan menjadi 1000 real.

"Meskipun pemerintah awalnya ingin living cost ini diturunkan menjadi 1.000 real, kami berharap agar menetapkan living cost sebesar 1.500 real," kata Malik.

Selain itu, menurutnya makanan jamaah haji saat di Mekah juga sangat penting diperhatikan, karena akan meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 25 kali, menjadi 45 kali, termasuk makanan pada saat Armina selama 8 sampai 13 dzulhijjah.

Begitu juga pelayanan di madinah selama 9 hari, semua dicover oleh catering dari dapur yang sudah berpengalaman dalam melayani jamaah Haji dengan masakan citarasa Indonesia.

Sebelumnya usulan pemerintah menaikkan Ongkos BPIH 2,58 persen (Rp 900.670). Pertimbangannya, pemerintah Arab Saudi menerapkan pajak 5 persen bagi hotel dan katering, serta kenaikan komponen penerbangan.

Hal demikian menurut Malik, seharusnya tidak perlu. Mengingat pemerintah seharusnya sudah mengantisipasi persiapan itu jauh sebelumnya dan pengelolaan Dana Haji masih bisa dioptimalkan. (*)

Pewarta
: Muhammad Iqbal
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Sholihin Nur