Politik
Pilgub Jatim 2018
Ngopi Sore Bareng, Emil Tawarkan Konsep Pekerjaan ke Generasi Milenial
28-02-2018 - 19:22 | Views: 4.82k
Calon Gubernur Jawa Timur Emil Dardak berswafoto dengan pengurus partai pendukung dan relawan, di seusai acara Ngopi Sore Bareng Emil di Lamongan Sport Center (LSC) Lamongan, Rabu, (28/2/2018). (FOTO: Ardiyanto/TIMES Indonesia)
Calon Gubernur Jawa Timur Emil Dardak berswafoto dengan pengurus partai pendukung dan relawan, di seusai acara Ngopi Sore Bareng Emil di Lamongan Sport Center (LSC) Lamongan, Rabu, (28/2/2018). (FOTO: Ardiyanto/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, LAMONGAN – Calon Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Dardak yang berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jawa Timur 2018 bisa disebut sebagai representasi dari pemimpin yang mampu memenuhi ekspektasi dari para generasi millenial.

Sebagai Calon Wagub yang relatif muda, dan merupakan figur fresh untuk masyarakat Jatim. Emil, memiliki beberapa kelebihan yang bisa dijadikan senjata kuat untuk mendobrak gairah ketertarikan pemilih milenial yang punya kuantitas sangat besar.

Maka, suami artis Arumi Bachsin inipun menawarkan, konsep pekerjaan yang akan menjadi tren bagi generasi muda di masa mendatang, konsep milenial job center dan juga konsep kewirausahaan.

EMil-dardak-B.jpg

“Konsep yang agak berbeda dari BLK (Balai Latihan Kerja),” katanya seusai acara Ngopi Sore Bareng Emil di Lamongan Sport Center (LSC) Lamongan, Rabu, (28/2/2018).

Konsep milenial job center yang akan menjadi tren bagi generasi muda di masa mendatang, dikatakan Emil, seperti pekerjaan freelance. “Kemampuan freelance inilah yang dicari hari ini, tapi masih butuh jam terbang,” ujarnya.

Menurutnya, pekerjaan freelance bukan berarti pekerjaan yang tidak serius, namun akan menjadi profesi yang menguntungkan bila ditunjang dengan kemampuan yang mumpuni.

“Nah kita memberikan kesempatan itu kepada para generasi milenial untuk membangun jam terbang. Maka kita akan memberikan coaching dan mentoring di awal,” ucapnya.

Emil mengatakan, para anak muda juga akan diajari membangun jaringan, dan bekerja secara teamwork atau kelompok dan menjanjikan akan men-support pembiayaan sarana-prasarana untuk menunjang profesi mereka.

“Kreatifitas menjadi nomor satu, bukan formalitas tapi kreatifitas. Tapi kesuksesannya bukan diukur dari profit, tapi dari dampak sosial yang dia ciptakan. Dia menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha meskipun secara uang dia tidak cepat kaya,” tuturnya.

Lebih lanjut Ia mengaku, mencari para generasi milenial yang berorientasi bukan hanya semata mencari uang. "Tapi bagaimana membangun usaha yang mempunyai keunggulan, baik efisiensi maupun kualitas,” katanya.

Nah, untuk memantau para wirausahawan muda, Emil akan memanfaatkan warung-warung kopi yang menjadi tempat nongkrong para generasi muda zaman now yang tak bisa lepas dari konektivitas dengan gadget.

“Kita akan jemput bola, dan kita manfaatkan warung kopi untuk memantau perkembangan kelompok-kelompok usaha para pemuda,” tutur Emil. (*)

Pewarta
: Ardiyanto
Editor
: Faizal R Arief
Publisher
: Sholihin Nur