Peristiwa - Daerah
Sidang Etik Kasus Anggota Fraksi PKB DPRD Banyuwangi akan Digelar
13-02-2018 - 17:10 | Views: 3.28k
Wakil Ketua BK DPRD Banyuwangi, Masrohan. (FOTO: Hafil Ahmad/ TIMES Indonesia)
Wakil Ketua BK DPRD Banyuwangi, Masrohan. (FOTO: Hafil Ahmad/ TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Banyuwangi, Masrohan menyatakan akan segera menggelar sidang kode etik. Hal ini dilakukannya setelah adanya laporan yang mencatut salah satu anggota Fraksi PKB, Ahmad Taufik yang diduga telah melarikan istri sah dari Didik Anan Pratama, Rina Evayanti. Diketahui keduanya merupakan warga Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi Jawa Timur.

Dikatakan, secara kelembagaan dirinya akan memanggil kedua belah pihak melalui surat resmi sesuai mekanisme Badan Kehormatan DPRD, sebelum nantinya memasuki tahapan sidang kode etik. Namun, terlebih dahulu, kata Masrohan, pihaknya akan melaporkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan kepada Ahmad Taufik (teradu) kepada pimpinan institusinya, dalam hal ini Ketua BK DPRD, Sugirah. 

“Secara tertulis kita akan mengundang hadir kedua belah pihak melalui mekanisme BK. Setelah itu kita akan melakukan kajian lagi untuk melakukan tahapan berikutnya yaitu sidang etik,” kata Masrohan di ruang Fraksi Hanura-NasDem DPRD Banyuwangi, Selasa (13/2/2018).

Masrohan menambahkan, terkait aksi saling lapor kepada pihak Kepolisian tersebut merupakan hak pribadi antara pihak pengadu, Didik Anan Pratama dan Ahmad Taufik sebagai teradu. Di mana berdasarkan surat pengaduan dari pihak pengadu melalui penasihat hukumnya, Zainuri Ghazali, mengatakan bahwa istri dari kliennya, Rina Evayanti diduga dibawa lari oleh salah seorang anggota DPRD dari Fraksi PKB.

“Tidak, itu haknya pak Taufik dan pak Zainuri selaku pengacaranya pak Didik untuk melapor kepada Kepolisian. Yang tentunya itu tidak akan menggugurkan mekanisme yang akan dilakukan oleh BK itu sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, sebelum melaksanakan mekanisme dan tahapan pengaduan dari masyarakat terkait kasus ini, dalam hal ini sidang kode etik DPRD, pihaknya akan menunggu intruksi dari ketua BK. “Kita tidak bisa melangkah sendiri meskipun kita telah di disposisikan oleh pak ketua, tentu hasilnya akan kita kembalikan ke pak ketua lagi untuk mengambil langkah-langkah tepat sesuai mekanisme BK,” tegasnya. (*)

Pewarta
: Hafil Ahmad
Editor
: Faizal R Arief
Publisher
: Sholihin Nur