Politik
Pilgub Jatim 2018
Panitia Dzikrussyafaah Mengaku Kecolongan dengan Kehadiran Arumi Bachsin
12-02-2018 - 18:10 | Views: 15.55k
Ketua Panitia Istigosah Dzikrusyafaah, di lapangan Lugjag, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu kemarin (11/2/2018), H Nanang Nur Ahmadi. (Foto : MWCNU Rogojampi for TIMES Indonesia)
Ketua Panitia Istigosah Dzikrusyafaah, di lapangan Lugjag, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu kemarin (11/2/2018), H Nanang Nur Ahmadi. (Foto : MWCNU Rogojampi for TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Ketua Panitia Istigosah Dzikrusyafaah, H Nanang Nur Ahmadi, mengaku tidak tahu menahlu dengan kedatangan istri Emil Dardak, Arumi Bachsin ke lokasi pengajian.

Dia juga tidak merasa mengundang atau berkomunikasi sebelumnya kepada pihak Arumi untuk datang ke pengajian yang digelar di Lapangan Lugjag, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu kemarin (11/2/2018), 

“Saya kira dia datang hanya sebagai jamaah biasa, tahu-tahu kok diajak naik ke pentas dan dipersilakan memberikan sambutan pengenalan,” katanya, Senin (12/2/2018).

Apalagi, jelas Nanang dalam rapat panitia telah disepakati jika acara istigosah tersebut menolak dengan tegas permintaan calon untuk datang dan tidak boleh ditunggangi muatan politik. Karena kegiatan religi ini murni didanai oleh swadaya masyarakat.

“Saya merasa kecolongan, karena ini murni acara pengajian,” ungkap Nanang.

Arumi-Bachsin.MWCNU-Rogojampi.jpgArumi Bachsin saat sambutan dalam Istigosah Dzikrusyafaah, di lapangan Lugjag, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Minggu kemarin (11/2/2018). (FOTO: MWCNU Rogojampi fOr TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id))

Sebagai panitia Nanang juga menyampakan permohonan maaf kepada jamaah. Karena, panitia menyelengarakan murni sebagai kegiatan zikir dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Sekaligus sebagai acara puncak peringatan Harlah NU di Kecamatan Rogojampi.

”Saya mohon maaf jika ada jamaah yang komplain dan kecewa. Kami panitia berusaha maksimal murni untuk ibadah. Tidak ada kepentingan politik praktis,” jelas Ketua MWC NU Rogojampi ini.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Istighosah Dzikrussyafaah, KH Muhamad Hasyim Syafaat, juga mengkritik keras adanya sambutan Arumi Bachsin. Karena agenda rutin tersebut memang murni kegiatan dzikir yang dipelopori aalumni Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.

Kritik tersebut sengaja dilontarkan semata-mata demi menjaga kemurnian acara. Sekaligus menjaga kondusifitas pesta demokrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur mendatang. Terlebih kehadiran istri pasangan Khofifah Indar Parawansa tersebut juga bukan inisiatif partai pengusung. (*)

Pewarta
: Syamsul Arifin
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Ahmad Sukma