Politik
Pilgub Jatim 2018
Pengajian Dzikrussyafaah Diduga Dijadikan Ajang Politik, Ini Pendapat Ulama
11-02-2018 - 19:46 | Views: 7.62k
Ketua pengurus pengajian Dzikrussyafaah, KH Muhamad Hasyim Syafaat. (FOTO: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)
Ketua pengurus pengajian Dzikrussyafaah, KH Muhamad Hasyim Syafaat. (FOTO: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Pengajian Dzikrussyafaah, dil apangan Lugjak, Desa Pengantigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, menuai kritik keras dari kalangan ulama. Itu terjadi lantaran kegiatan dzikir alumni Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Kecamatan Tegalsari, bersama masyarakat diduga telah dijadikan ajang politik.

Ketua Pengajian Dzikrussyafaah, KH Muhamad Hasyim Syafaat menyebutkan, dalam acara religi tersebut, Arumi Bachsin hadir dan memberi sambutan. Padahal, semua orang tahu bahwa sosok artis cantik tersebut adalah istri dari Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur, Emil Dardak.

"Kami selaku pengurus pengajian Dzikrussyafaah, menyesalkan adanya dugaan penyusupan agenda politik di acara yang digelar di Desa Pengantigan, Rogojampi," katanya, Minggu (11/2/2018).

Pengajian Dzikrussyafaah, lanjutnya, murni kegiatan dzikir alumni Ponpes Darussalam, Blokagung dan masyarakat banyuwangi. Tentunya, sangat disayangkan jika dicampur adukkan dengan pemenangan serta dukungan kepada calon tertentu.

"Untuk itu, pengurus pengajian Dzikrusyafaah akan meminta klarifikasi dan meminta pertanggung jawaban oknum yang telah menodai kegiatan ini," pungkas ulama sepuh pengasuh Ponpes Darussalam, Blokagung ini.

Pernyataan keras ini sengaja dilontarkan lantaran pihak pengurus pengajian Dzikrussyafaah tidak ingin menodai tujuan acara. Sekaligus guna mendorong kondusifitas pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim mendatang. Apalagi, kehadiran Arumi Bachsin ke Bumi Blambangan kali ini juga bukan dalam agenda partai pengusung duet Khofifah-Emil Dardak. (*)

Pewarta
: Syamsul Arifin
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rizal Dani