Peristiwa - Nasional
Tak Punya Kompetensi, Menhub Tutup Dua Sekolah Pilot Penerbangan
24-01-2018 - 13:44 | Views: 6.39k
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Dua sekolah pilot penerbangan ditutup dan satu lagi akan menyusul. Sekolah pilot tersebut dinilai tidak mampu mencetak pilot yang kompeten dan memiliki daya saing.

"Dua sekolah yang sudah kita tutup, satu lagi menyusul bulan depan. Kita sudah peringatkan selama satu tahun," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada pembukaan diskusi "Penyerapan Pilot AB Initio" di Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Menurut Budi, sekitar 600 pilot lulusan AB Initio masih belum terserap di industri penerbangan. Salah satu faktornya, katanya, tidak bisa bersaing dan mendapatkan pekerjaan sebagai pilot di maskapai.

Sekadar informasi, Pilot AB Initio adalah istilah buat pilot yang baru menyelesaikan pendidikan di sekolah pilot dan mendapat lisensi untuk menerbangkan pesawat komersil namun belum memiliki pengalaman terbang dan pengalaman terbangnya hanya ketika di sekolah penerbangan.

Ditutupnya dua sekolah tersebut akan jadi peringatan buat 18 sekolah pilot penerbangan yang masih ada saat ini. Budi meminta untuk segera memenuhi standar kurikulum yang sudah diatur dalam undang-undang.

Jika masih tak bisa memenuhi standar, lanjut Budi, sebaiknya lakukan langkah merjer. "Supaya kualifikasi pendidikan membaik, hasil membaik, bukan cari duit saja," tegasnya.

Sementara, menurut Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Muzaffar Ismail, pihaknya telah menyurati delapan sekolah pilot penerbangan yang dinilai tidak memenuhi standar kualifikasi.

"Hasil audit tahun lalu, ada delapan sekolah penerbangan yang kita surati karena tidak memenuhi. Februari mendatang akan kita evaluasi," katanya. (*)

Editor
: Faizal R Arief
Publisher
: Rochmat Shobirin