Peristiwa - Nasional
Jokowi: Otonomi Daerah Berbeda dengan Federal
23-01-2018 - 21:25 | Views: 5.04k
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa otonomi daerah di Indonesia berbeda dengan konsep wilayah federal.

“Kita adalah negara kesatuan, Negara Kesatuan Republik Indonesia, jadi hubungan antara pusat, provinsi, kabupaten, dan kota ini masih satu, masih satu garis,” kata Jokowi saat Rapat Koordinasi Pemerintah (RKP) tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha di Daerah, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/1).

Jokowi tak ingin setiap daerah mengeluarkan regulasi, standar atau prosedur sendiri tanpa koordinasi dan harmonisasi dengan pusat. Dia menilai, investor masih mengalami kendala soal regulasi antara pusat dan daerah.

"Dari sisi regulasi, begitu mengurus di pusat kemudian dilanjutkan ke daerah itu seperti masuk ke wilayah yang lain. Ini yang bahaya, kalau persepsi itu muncul,” ujarnya.

Jokowi ingin hal ini diperbaiki,dan ada solusinya. “Kita duduk bersama nanti untuk berkoordinasi, untuk membuat harmonisasi, sehingga menyatukan pasar besar kita dalam satu kesatuan, dalam sebuah destinasi investasi nasional, dengan aturan main dengan perizinan, dengan undang-undang, dengan perda yang in line, satu garis,” tegas Jokowi.

Rapat Koordinasi Pemerintah itu dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Kepala BKPM Thomas. (*)

Editor
: Faizal R Arief
Publisher
: Ahmad Sukma
Sumber
: TIMES Indonesia