Politik
Soal Mahar, Bawaslu: Kita Menunggu Klarifikasi La Nyalla
13-01-2018 - 21:09 | Views: 1.88k
Anggota Badan Pengawas Pemilu RI Rahmat Bagja. (FOTO: Poskota News)
Anggota Badan Pengawas Pemilu RI Rahmat Bagja. (FOTO: Poskota News)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Anggota Badan Pengawas Pemilu RI Rahmat Bagja mengatakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur sudah malayangkan surat panggilan ke La Nyalla Mahmud Mattalitti untuk proses klarifikasi pernyataannya soal mahar politik.

"Bawaslu Jatim sudah melayangkan surat ke Pak La Nyalla, kemarin suratnya sudah ada," katanya di Cikini, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Menurut dia, pihaknya masih menunggu perkembangan klarifikasi dari La Nyalla yang dilakukan oleh Bawaslu Jatim. Bawaslu akan mencermati soal beberapa bukti soal itu.

Kalau memang buktinya ada, Bawaslu akan melayangkan surat panggilan terhadap Ketum Gerindra, Prabowo Subianto. "Itu yang menentukan kami akan panggil Pak Prabowo atau tidak," tambahnya.

Rahmat Bagja mengungkapkan, jika sebuah partai politik terbukti meminta mahar atau melakukan politik uang, sanksinya adalah tidak boleh ikut pilkada selama lima tahun ke depan. Kalau calon kepala daerah yang terlibat maka akan kena sanksi didiskualifikasi.

Sementara, beberapa saat lalu, Progres 98 juga berencana melaporkan para petinggi Partai Gerindra, termasuk ketum Gerindra, ke Bareskrim Polri dan KPK.

"Tuduhannya adalah dugaan pemerasan dan politik transaksional dalam proses pengeluaran rekomendasi bagi bakal calon yang akan diusung di Pilkada serentak 2018," kata Ketua Progres 98 Faizal Assegaf saat jumpa pers di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Menurut dia, politik transaksional di tubuh Gerindra ini terjadi hampir di semua daerah. Namun yang ada buktinya adalah di Jawa Timur.

Bukti yang dimaksud, menurut dia adalah berupa rekaman pembicaraan antara bendahara Tim La Nyala, Tubagus Daniel Hidayat, dengan salah satu petinggi Partai Gerindra berinisial F.

Dalam rekaman tersebut, disebut permintaan uang hingga Rp 173 miliar kalau La Nyalla ingin dapat rekomendasi dari Gerindra di Pilgub Jatim 2018.

Seperti diketahui, La Nyalla berniat maju sebagai cagub di Pilkada Jatim 2018 dari Partai Gerindra. DPP Gerindra memberi surat tugas kepada La Nyalla pada 10 Desember 2017. Dalam surat tugas itu, dia diberi waktu hingga 20 Desember 2017 untuk mencari dukungan dari partai lain, dan menyiapkan tim pemenangan.

Sampai batas waktu yang ditentukan, La Nyalla tidak bisa memenuhi hal tersebut. Kemudian pada 23 Desember 2017, DPP Gerindra mengusung nama  baru di Pilgub Jatim, Moreno Soeprapto. (*)

Editor
: Faizal R Arief
Publisher
: Rizal Dani