Peristiwa
Dapur Umum Tim Tagana Layani Ribuan Korban Banjir Banyuwangi Selatan
13-01-2018 - 21:01 | Views: 4.37k
Suasana dapur umum Tim Tagana Dinsos Banyuwangi  (FOTO: Istimewa)
Suasana dapur umum Tim Tagana Dinsos Banyuwangi (FOTO: Istimewa)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Pasca terjadi banjir di wilayah selatan Kabupaten Banyuwangi, Tim Tanggap Bencana (Tagana) Kementerian Sosial mendirikan dapur umum bagi warga terdampak sejak Jumat (12/1/2018) pagi.

Seperti yang dilaporkan Tagana Pelopor Perdamaian Kemensos melalui Dinas Sosial Banyuwangi, Gatut Eko Prasetyo Utomo SE kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).

Usai mendapatkan intruksi dari Dinas Sosial, Tim Tagana langsung bergerak menuju lokasi sekitar pukul 12 malam, Kamis (11/1/2018) dan menemukan lokasi representatif untuk dapur umum yakni di Masjid Baiturrahman Sumberagung Kecamatan Pesanggaran.

Dalam sekali memasak nasi dibutuhkan 1 kwintal beras untuk melayani 450 Kepala Keluarga yang tersebar di 3 dusun terdampak banjir.

Dari Dusun Silirbaru sedikitnya terdapat 250 KK dengan 1.250 jiwa dan Dusun Pancer sejumlah 80 KK dengan 320 jiwa, kedua dusun tersebut berada di Desa Sumberagung.

Sedangkan, dari Dusun Wringinagung Desa Pesanggaran terdapat 120 KK dengan jumlah penduduk 480 jiwa dan jumlah keseluruhan korban terdampak banjir di wilayah Kecamatan Pesanggaran tersebut mencapai 1.800 jiwa.

"Untuk menyuplai makanan dalam sehari kira-kira 2 kwintal untuk melayani 1.800 orang 2 kali sehari," kata Gatut melalui sambungan telepon.

Dalam mendirikan dapur, lanjut Gatut, pihaknya dibantu dengan kekuatan Tim Reaksi Cepat BPBD Banyuwangi dan Pemerintah Desa setempat beserta relawan bencana.

Dalam keterangan tertulisnya, Gatut menambahkan, 1 rumah warga hanyut terbawa arus dan 2 jembatan yang menghubungkan ke Dusun Pancer patah akibat banjir kemarin. Tak hanya itu 510 ternak, unggas dan kambing hanyut terbawa derasnya arus.

"Sampai saat ini tanggap darurat di laksanakan beberapa hari dan menunggu kondisi dan situasi di lapangan. Karna penduduk banyak yang di evakuasi sementara," ujarnya.

Dia menambahkan, dapur umum Tim Tagana akan disiagakan sampai hari Minggu (14/1/2018) setelah situasi dan kondisi kembali normal. "Namun, ketika terjadi banjir susulan ya otomatis diperpanjang," imbuhnya.

Sekadar untuk diketahui, warga terdampak banjir membutuhkan pasokan seperti sembako dan lauk pauk serta selimut bagi warga yang mengungsi sementara di rumah-rumah warga dan tempat lainnya. Sebagian dari anak-anak mereka juga membutuhkan seragam untuk sekolah. (*)

Pewarta
: Hafil Ahmad
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rizal Dani