Wisata
Kreatif, Embung di Banyuwangi Juga Dijakan Destinasi Wisata
12-01-2018 - 18:25 | Views: 6.11k
Kepala Dinas Pengairan Banyuwangi, Ir Guntur Priambodo, saat memberi sambutan dalam pengajian dan tasyakuran embung Samidin, di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. (FOTO: Dinas Pengairan Banyuwangi for TIMES Indonesia)
Kepala Dinas Pengairan Banyuwangi, Ir Guntur Priambodo, saat memberi sambutan dalam pengajian dan tasyakuran embung Samidin, di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. (FOTO: Dinas Pengairan Banyuwangi for TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Bagi Anda yang doyan berwisata, ada yang kurang jika belum datang ke Banyuwangi, Jawa Timur. Selain kaya dengan destinasi wisata alam, pantai dan pegunungan yang asri dan lainnya, Bahkan, kini, Embung pun memiliki wajah nan cantik dan cocok sebagai tempat rekreasi, bersantai atau sekedar sebagai spot selfie.

Ya, salah satu embung atau tempat penampungan air buatan yang eksotis dan sedang digandrungi adalah embung Samidin, di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng.

Dengan sentuhan inovasi Dinas Pengairan Banyuwangi, tempat yang dulunya terkesan angker tersebut kini berubah jadi indah. Tertata, penuh warna-warni, dan pas dijadikan tempat bersantai sore hari atau berakhir pekan.

“Jadi embung Samidin ini berfungsi ganda, selain sebagai tambahan suplai air saat musim kemarau, mempertahankan vegetasi, pengendali banjir dan destinasi wisata desa,” ucap Kepala Dinas Pengairan Banyuwangi, Ir Guntur Priambodo, Jumat (12/1/2018).

embung-SamidinSYARIF.jpgWarga memancing di embung Samidin, di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. (Dinas Pengairan for TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id))

Pantauan TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) dilapangan, kondisi embung Samidin memang cukup indah. Tempatnya bersih namun asri. Dan seluruh bagian embung, penuh goresan cat berwarna-warni.

Dengan dominasi warna ceria, seperti merah, kuning dan hijau. Yang patut diacungi jempol, mulai proses pembersihan hingga pewarnaan, semua dilakukan dan dibiayai oleh masyarakat setempat secara suka rela.

Ini adalah salah satu bukti keberhasilan Dinas Pengairan Banyuwangi, dalam menanamkan rasa cinta, memiliki serta rasa peduli masyarakat terhadap lingkungan.

Termasuk kesadaran meningkatkan kesejahteraan dengan menyulap embung menjadi destinasi wisata buatan. Yang artinya, alternatif baru pendorong perekonomian telah terbentuk di Desa Kembiritan ini.

Seperti diketahui, dengan digelarnya pengajian dan tasyakuran oleh Dinas Pengairan dan masyarakat, Jumat (12/1/2018), telah menandai bahwa embung Samidin, resmi menjadi salah satu destinasi wisata baru di Desa Kembiritan.

NGECAT-EMBUNG-SAMIDIN.jpgWarga saar kerja bhakti membersihkan embung Samidin, di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. (Dinas Pengairan for TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id))

Acara yang juga dihadiri anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi, Muhammad Sahlan, juga diisi penebaran ribuan bibit ikan serta lomba memancing.

“Menakjubkan, kini embung ini bisa menjadi tempat wisata dan spot selfie yang, menarik. Dan saya yakin akan ada banyak manfaat lain yang bisa dirasakan masyarakat kedepan,” ungkap Muhammad Sahlan.

Embung Samidin, memiliki tinggi mercu 4 meter, lebar 11 meter dan luas genangan sekitar 1000 meter. Diperkirakan, embung yang dibangun 2 tahap dengan anggaran Rp 800 juta dari APBD Banyuwangi ini mampu menampung 12 ribu meter kubik air.

Dengan begitu, embung yang juga menjadi penghubung Dusun Pandan dan Cendono, Desa Kembiritan, ini dipastikan dapat mendongkrak produktivitas 53 hektar lahan pertanian setempat. (*)

Pewarta
: Syamsul Arifin
Editor
: Yatimul Ainun
Publisher
: Ahmad Sukma