Peristiwa
Ibu-ibu Buka Baju, Demo Warga Lumpuhkan Jalur Pantura
12-01-2018 - 10:46 | Views: 20.34k
Warga yang berdemonstrasi sampai membuka baju di jalur Pantura Probolinggo (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)
Warga yang berdemonstrasi sampai membuka baju di jalur Pantura Probolinggo (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, PROBOLINGGO – Ratusan warga memblokir jalur pantura Tongas, Jumat (12/1/2018) pagi. Warga Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur ini menuntut, pihak pelaksana proyek tol Pasuruan Probolinggo memberikan akses jalan untuk mereka.

Aksi demo diwarnai dengan saling dorong dan buka baju. Akibatnya, jalur pantura Probolinggo Pasuruan sempat lumpuh selama sekitar dua jam.

Aksi saling dorong antara petugas dengan ratusan warga Desa Klampok tak dapat dihindarkan. Bahkan, para pendemo yang mayoritas ibu-ibu ini, sampai membuka baju mereka, dan mengibaskan pada petugas. Salah seorang pria, terpaksa diamankan lantaran diduga menjadi provokator aksi ini.

Demo warga Desa Klampok ini, menuntut akses jalan lintas tol, kepada pihak pelaksana proyek. Sebab, karena proyek tol Pasuruan Probolinggo yang melintasi desa mereka, menutup empat akses jalan desa.

Dengan membawa poster dan meneriakkan yel-yel ‘kembalikan jalanku’ para warga ini menutup total jalur pantura tongas, yang menghubungkan Pasuruan dan Probolinggo. Aksi warga ini, merupakan buntut kekesalan, karena selama delapan bulan lamanya, tidak ada titik temu antara warga dengan pihak pelaksana proyek.

BACA JUGA: Akses Jalan Tertutup Tol, Warga Tongas Blokade Jalur Pantura

“Pokoknya kami minta jalan desa kami dikembalikan. Sebenarnya kami tidak mau mempersulit pembangunan proyek nasional, tapi karena akses jalan kami ditutup, dan tidak ada itikad dari pengembang proyek, maka kami demo,” Kata salah satu demonstran, Susilowati, di lokasi.

Sebelumnya, petugas sudah melakukan upaya pembubaran secara persuasif, namun tidak digubris. Akhirnya anjing K9 dikerahkan untuk membubarkan para demonstran. Cara ini ampuh, untuk menghalau demonstran yang makin tak terkendali.

Akibat demo ini, jalur pantura lumpuh selama sekitar dua jam. Pengemudi bus mengeluh, karena jadwal mereka molor dari waktu yang telah ditentukan. “Ya mau melintas bagaimana kalau ada demo seperti ini, kasihan penumpang yang sedari pagi berangkat. Harusnya jam sembilan sudah sampai Surabaya, tapi jam segini (Sekitar pukul 07.30 WIB), masih ada di Tongas,” kata sopir bus, Eko Budi Prasetyo. (*)

Pewarta
: Happy L. Tuansyah
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rizal Dani