Politik
Verifikasi Faktual Tentukan Nasib Parpol di Pileg 2019
05-01-2018 - 21:11 | Views: 1.78k
Edi Saiful Anwar, Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Banyuwangi (FOTO: Erwin Wahyudi/TIMES Indonesia)
Edi Saiful Anwar, Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Banyuwangi (FOTO: Erwin Wahyudi/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Tim Verifikasi Faktual keanggotaan Partai Politik di Banyuwangi akan berkerja sampai dengan 20 Januari 2018. Dalam verifikasi itu dapat dikatakan sebagai tiket untuk keikutsertaan dalam pemilihan calon anggota legislatif tahun 2019 mendatang di setiap kabupaten.

Tetapi, tidak semua keanggotaan parpol diverifikasi sepenuhnya, melainkan hanya 10 persenn dari jumlah berkas KTA dan KTP yang diinput melalui Sistem Informasi Partai Politik KPU.

Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Banyuwangi, Edi Saiful Anwar mengatakan, tidak seluruhnya daftar keanggotaan partai itu dilakukan verifikasi faktual (verfak) seluruhnya. Besar sampel yang ditentukan hanya 10 persen dari jumlah anggota partai saat pendaftaran parpol beberapa waktu yang lalu.

"Jadi untuk proses verfak parpol kita ambil 10 persen. Ketika daftar kan minimalnya seperseribu dari jumlah DPT di Banyuwangi, tidak seluruhnya," kata Edi di kantornya Jalan KH Agus Salim, Jumat (5/1/2017).

Yang melakukan verifikasi di lapangan, kata Edi, KPU membentuk Tim Verifikasi Faktual dan didampingi oleh anggota Panwascam di setiap Kecamatan. Artinya, dari hasil sampel yang telah di kroscek di lapangan, misalnya 60 persen sampel Tidak Memenuhi Syarat (TMS) , dapat dikatakan input data keanggotaan yang seperseribu di Sipol KPU itu juga berarti sama.

"Dari hasil sampel itu dapat disimpulkan daftar keanggotaan partai yang bersangkutan TMS," ujarnya. (*)

Pewarta
: Erwin Wahyudi
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Ahmad Sukma