Peristiwa - Nasional
Menkeu: 2018 Momentun Perbaikan Ekonomi Indonesia
05-01-2018 - 13:50 | Views: 4.40k
Mentri Ekonomi Sri Mulyani hadiri Rapat Terbuka Senat dalam rangla Dies Natalis Univ Brawijaya ke 55. (FOTO: Adhtya Hendra/TIMES Indonesia)
Mentri Ekonomi Sri Mulyani hadiri Rapat Terbuka Senat dalam rangla Dies Natalis Univ Brawijaya ke 55. (FOTO: Adhtya Hendra/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati mengatakan awal tahun 2018 merupakan momentum perbaikan ekonomi untuk perbaikan merata dan berkeadilan. Sebab, perkembangan ekonomi suatu negara mengikuti strategi, kebijakan dan momentum. 

Saat era reformasi ekonomi ini, terjadi kombinasi kebijakan dan institusi dengan terbentuknya Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen, terbentuknya Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan, serta dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 mengenai pencegahan dan penanganan krisis sektor keuangan. 

"Perbaikan kesejahteraan rakyat dapat berkesinambungan dapat dinikmati dari generasi ke generasi," katanya dalam orasi ilmiah saat Dies Natalis k-55 Universitas Brawiaya (UB) di Gedung Samantha Krida UB, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (5/1/2017). 

Sri-Mulyani-Kemekeu.jpg

Sri Mulyani mengatakan, Indonesia sekarang memiliki rata-rata pertumbuhan sebesar 5,6 persen pada 10 tahun terakhir, dan menempati ranking tertinggi ketiga di antara negara G-20 setelah Tiongkok dan India. 

Sedangkan, dari segi ukuran ekonomi, Indonesia menempati urutan ke 16 di antara anggota G-20, dengan tingkat pendapatan perkapita meningkat dari US$830 di tahun 2000 menjadi US$3,570 di tahun 2016, dan mengangkat status Indonesia dari low income country menjadi middle income country.

"Posisi ini untuk terus menjaga momentum perbaikan, dan kemajuan yang tidak hanya penting bagi Indonesia namun juga dunia," tambahnya.

Ia mengatakan tantangan perekonomian global dunia masih penuh ketidakpastian, sehingga Indonesia harus terus memperkuat fondasi ekonomi domestik didalam memperkuat sisi produksi dan menjaga permintaan. 

"Secara domestik tantangan dalam bentuk kemiskinan dan ketimpangan harus segera diatasi," ungkapnya.

Dijelaskan, selama priode 2014 – 2017, rata-rata penurunan tingkat kemiskinan mulai dapat ditingkatkan lagi menjadi 0,7 persen. Pemerintah akan terus menjaga momentum pengurangan kemiskinan. 

Mulyani.jpg

Pengentasan kemiskinan, ketimpangan dan penciptaan kesempatan kerja saat ini dikatakannya, tengah menjadi prioritas pembangunan pemerintah.

Ada beberapa program yang dilakukan untuk itu, yakni melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Program bantuan beras untuk 10 juta keluarga miskin, Program Indonesia Pintar (PIP), dan Peningkatan akses UMKM terhadap sumber permodalan dengan meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Pemerintah juga memberikan kredit ultra mikro (UMi) dengan total anggaran sebesar Rp1.5 triliun pada 2017, dan ditingkatkan menjadi Rp 2.5 triliun pada tahun 2018. Kemudian, Subsidi LPG 3 kg, perluasan cakupan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional dan perbaikan kesejahteraan. 

Selama tahun 2017 lalu, Indonesia juga berhasil menorehkan hasil positif dari reformasi struktural melalui peluncuran paket-paket kebijakan ekonomi yang telah memperbaiki iklim investasi di dalam negeri.

Menurut data Kemenkeu, Ease of Doing Business Indonesia juga meningkat signifkan dari ranking 91 menjadi 72. Dalam 3 tahun terakhir, posisi EoDB Indonesia telah meningkat sebanyak 48 peringkat. 

"Indonesia saat ini telah meninggalkan Brazil, India, RRC dan Afsel," katanya.

Sementara itu, untuk posisi Global Competitiveness Index naik sebanyak 5 peringkat di tahun 2017  dengan poin yang meningkat di bidang infrastruktur, institusi dan makro ekonomi. Untuk melengkapi, di tahun 2017 Indonesia mendapatkan dua rating upgrades yakni dari Standard and Poor’s dan Fitch. 

"Indonesia telah mendapatkan investment grade dari lima lembaga yakni: S&P, Fitch, Moody’s, R&I dan JCRA. Bahkan Fitch telah menempatkan skala investment grade Indonesia pada level BBB yang merupakan posisi terbaik sejak 1995," terangnya. (*)

Pewarta
: Imadudin Muhammad
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rochmat Shobirin