Peristiwa - Internasional
PDIP Kecam Langkah Trump Bagi Israel
07-12-2017 - 12:16 | Views: 3.51k
Presiden AS Donald Trump. (FOTO: fortune)
Presiden AS Donald Trump. (FOTO: fortune)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Jerusalem Timur sebagai ibu kota Israel menuai kecaman dari tanah air. Sejumlah partai politik (parpol) seperti PDI Perjuangan (PDIP) menilai bahwa klaim sepihak AS tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai kemerdekaan sebuah bangsa.

"Mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina yang mencakup wilayah Jerusalem Timur adalah konsistensi sikap politik PDIP. Kita diajarkan bahwa hakekat kemerdekaan ialah hak segala bangsa, dan solusi atas Jerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan harus melibatkan Palestina, tidak bisa dilakukan sepihak," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan pers yang diterima TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Kamis (7/12/2017).

Hasto menegaskan bahwa sikap PDIP tersebut selain berakar kuat dari perintah konstitusi, juga berpihak dari sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) yang telah memberikan legitimasi kuat bagi Palestina untuk diperjuangkan sebagai negara yang merdeka seutuhnya.

“Bahkan pada tahun 1962, Bung Karno secara konsisten menolak kehadiran Israel dan Taiwan dalam Asian Games tahun 1962, meski dengan konsekuensi dikeluarkan dari Komite Olimpiade Internasional. Bung Karno tidak tunduk pada tekanan tersebut, malah berinisiasi membentuk Games of The New Emerging Forces (GANEFO) sebagai tandingan olimpiade itu. Betapa bangganya kita sebagai bangsa dengan ketegasan dan kedaulatan politik seperti itu," ucapnya.

Dia menyatakan bahwa PDIP meminta pemerintah melalui menteri luar negeri agar secepatnya menggalang dukungan internasional. Selain itu, pemerintah juga harus bersuara di PBB agar mengeluarkan resolusi menolak klaim Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara berbendera bintang David tersebut.

Menurutnya, upaya mendukung kemerdekaan Palestina seutuhnya harus menjadi pegangan seluruh diplomasi internasional yang dilakukan pemerintah Indonesia.

"Pada saat bersamaan upaya Presiden Donald Trump memindahkan Kedubesnya di Jerusalem Timur untuk tidak dilakukan terlebih dahulu guna mencegah ketegangan lebih lanjut," tutur Hasto.

"Atas sikap politik tersebut PDIP menugaskan anggota Fraksi Partai Komisi I untuk mengambil tindakan aktif dan progresif guna menjalankan sikap politik partai tersebut," imbuhnya. (*)

Pewarta
: Dody Bayu Prasetyo
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rizal Dani